4 Trah Soeharto ini terjun ke dunia politik di era reformasi
Merdeka.com - Siti Hediati Hariyadi atau lebih dikenal dengan Titiek Soeharto memutuskan untuk maju di Pileg 2014. Titiek maju jadi pileg DPR dari partai Golkar dapil DIY.
Selain Titiek, trah cendana lainnya juga pernah mencoba peruntungannya di dunia politik di era reformasi. Namun semua kandas.
Meski Soeharto lihai dalam berpolitik, tetapi hal itu tidak mewaris kepada putra-putrinya. Bahkan trah Soeharto bisa dibilang selalu gagal di kancah politik. Meski banyak pengagum Soeharto, namun trah nya tidak bisa merangkul mereka semua.
Berikut empat trah Soeharto yang maju di dunia politik di era reformasi:
Mbak Tutut pernah dicapreskan PKPB
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDi akhir tahun 2003, publik dikejutkan dengan deklarasi yang dilakukan oleh Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). Partai besutan mantan KSAD dan mantan menteri dalam negeri pada Kabinet Pembangunan VII R Hartono mendeklarasikan Siti Hardijanti Rukmana yang akrab disapa Mbak Tutut sebagai calon presiden. Namun niat mengusung Mbak Tutut akhirnya urung dilaksanakan setelah pada hasil Pemilu 2004, PKPB yang bernomor urut 14 hanya memperoleh 2,11% suara secara nasional dan 2 kursi di DPR RI.Pada tahun 2008, untuk berpartisi kembali dalam pemilu 2009, PKPB sempat mengubah namanya menjadi Partai Karya Pembangunan Bangsa dengan lambang partai baru yang tidak jauh berbeda. Namun, setelah UU Pemilu yang baru mengizinkan partai peserta pemilu 2004 berkompetisi kembali pada pemilu 2009, PKPB menggunakan kembali nama lama, yakni Partai Karya Peduli Bangsa, namun tetap mempertahankan lambang yang baru. Tetapi tetap saja tidak bisa mengangkat nama Mbak Tutut ke permukaan.
Cucu Soeharto diusung jadi capres Pakar
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comCucu kesayangan Mantan Presiden RI ke-2 Soeharto, Ari Haryo Wibowo juga tidak mau kalah dalam pentas politik di Tanah Air. Pria yang akrab dipanggil Ari Sigit membuat Partai Karya Republik (PAKAR) yang berkantor di Jalan Raya Salemba Kav 35, Jakarta. Partai Karya Republik (Pakar) turut mendaftar verifikasi administrasi faktual ke Komisi Pemilihan Umum demi menjadi peserta pemilu 2014. Yang mendaftarkan partai itu adalah sang Ketua Umum yang tak lain Ari Haryo Wibowo Hardjojudanto atau yang akrab disapa Ari Sigit. Ari mengungkapkan alasannya untuk rela terjun ke kancah politik karena gerah dengan kondisi bangsa saat ini. Terutama menyangkut kondisi ekonomi."Ya banyak hal. Salah satunya melihat kondisi ekonomi kerakyatan yang tidak tertata rapi. Infrastruktur dan prasarana di daerah-daerah yang tidak diurus dengan baik. Tapi yang penting intinya, semua itu adalah ekonomi kerakyatan," kata Ari beberapa waktu lalu.Apakah ingin mengembalikan ekonomi Indonesia seperti era Presiden Soeharto? "Kalau itu memang lebih bagus seperti dulu, kenapa tidak?" kata dia. Namun Pakar akhirnya tetap dinyatakan tidak lolos verifikasi.
Tommy Soeharto dicapreskan Nasrep
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comHutomo Mandala Putra atau yang lebih dikenal dengan nama Tommy Soeharto juga tak mau kalah dengan kakak. Tommy pun ikut membuat partai politik untuk memuluskan rencananya menjadi presiden.Tommy lalu membuat Partai Nasional Republik (Nasrep). Partai ini mengusung Tommy Soeharto sebagai bakal capres pada Pilpres 2014 mendatang. Niat ini berdasarkan adanya aspirasi dari berbagai pihak yang menginginkan hal kembalinya trah Cendana ke kancah politik.Namun lagi-lagi, trah Cendana belum begitu kuat untuk kembali meramaikan dunia politik. Nasrep pun dinyatakan tidak lolos verifikasi oleh KPU sebagai peserta Pemilu 2014.
Titiek Soeharto setia di Golkar
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comLama tak terdengar kabarnya, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto ternyata maju dalam pemilu legislatif 2014 untuk kursi DPR RI. Titiek maju lewat partai yang selama dekat dengan orde baru, yakni Golkar. Titiek masuk di daerah pemilihan (Dapil) Daerah Istimewa Yogyakarta.Anak keempat Soeharto ini pun langsung mendapat kursi istimewa. Mantan istri Prabowo Subianto ini mendapat nomor urut satu di Dapil Yogyakarta."Betul, nomor urut satu. Beliau maju atas keinginannya sendiri," ujar Wasekjen Golkar Tantowi Yahya, Selasa (11/6).Sebelumnya nomor urut satu dapil DIY adalah milik Ketua DPD Golkar Yogyakarta Gandung Pardiman. Namun dengan majunya Titiek, Gandung pun harus merelakan nomor cantiknya dipersembahkan untuk perempuan berusia 54 tahun ini.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya