Yayasan Pendidikan dan Konservasi Alam (YAPEKA) secara resmi meluncurkan proyek ambisius untuk penguatan ekonomi biru di Provinsi Kepulauan Riau. Inisiatif ini berfokus pada solusi berbasis alam yang berkelanjutan dan secara spesifik menyasar komunitas perikanan skala kecil. Proyek ini akan diimplementasikan di enam desa pesisir di Kabupaten Bintan dan Lingga.
Dikenal sebagai BLUE SUN SFF, proyek ini direncanakan berlangsung selama dua tahun penuh, dimulai pada November 2025 dan berakhir pada Oktober 2027. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat nelayan. Hal ini akan dicapai melalui pendekatan yang mengintegrasikan konservasi ekosistem pesisir dengan praktik perikanan yang bertanggung jawab.
Acara kick-off meeting proyek telah sukses diselenggarakan di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, untuk mensosialisasikan visi dan misi kegiatan. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri, bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, menyatakan dukungan penuh. Mereka berharap adanya partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan terkait.
Advertisement
Advertisement
Implementasi Proyek Ekonomi Biru Berbasis Alam di Kepri
YAPEKA, yang merupakan salah satu penerima bantuan hibah dari COAST Facility Indonesia, memegang peran penting sebagai pelaksana proyek BLUE SUN SFF. Proyek ini akan dilaksanakan secara strategis di tiga desa di Kabupaten Bintan, yaitu Desa Sebong Pereh, Desa Sebong Lagoi, dan Desa Berakit. Selain itu, tiga desa lain di Kabupaten Lingga juga menjadi fokus, meliputi Desa Benan, Desa Temiang, dan Desa Tajur Biru.
Akbar Ario Digdo, CEO YAPEKA, menjelaskan bahwa kick-off meeting memiliki beberapa tujuan krusial. Salah satunya adalah mensosialisasikan ringkasan komprehensif kegiatan proyek BLUE SUN SFF kepada para pemangku kepentingan. Pertemuan ini juga menjadi platform untuk memaparkan hasil assessment awal berupa dokumen "State of The Coast" untuk wilayah Bintan dan Lingga.
Lebih lanjut, Akbar menambahkan bahwa YAPEKA telah melakukan kajian status pengelolaan wilayah pesisir dan pemetaan partisipatif. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap kegiatan proyek selaras dengan kebutuhan riil di lapangan. Pendekatan ini juga sangat menghargai dan mengintegrasikan kearifan lokal yang telah ada di masyarakat pesisir tersebut.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Pemerintah dan Keselarasan dengan Kebijakan Nasional
La Ode Muhammad Faisal, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program BLUE SUN SFF. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini sangat sejalan dengan program konservasi ekosistem pesisir yang telah dicanangkan pemerintah daerah. Selain itu, proyek ini juga mendukung upaya pemberdayaan masyarakat nelayan perikanan skala kecil di wilayah maritim Kepri.
Faisal menyatakan optimismenya bahwa program ini akan membawa manfaat ganda. Manfaat tersebut mencakup peningkatan pengetahuan dan sekaligus membuka peluang signifikan untuk peningkatan ekonomi. Khususnya bagi masyarakat di desa-desa sasaran di Bintan dan Lingga, proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Program ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah, terutama rencana aksi nasional pengelolaan perikanan skala kecil.
Senada dengan DKP Kepri, Ilham, Kepala Tim Kerja Pengolahan Data dan Informasi Kenelayanan pada Direktorat Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, juga menyatakan dukungannya. Ia menegaskan bahwa program BLUE SUN SFF yang diimplementasikan YAPEKA sangat selaras dengan Rencana Aksi Nasional Perikanan Skala Kecil (RAN-PPSK) KKP. RAN-PPSK sendiri telah menjadi program prioritas KKP sejak Oktober 2025.
Advertisement
Ilham berharap agar melalui kegiatan ini, semua pihak terkait dapat berpartisipasi aktif dan melangkah bersama. Tujuannya adalah untuk mewujudkan kesejahteraan nelayan perikanan skala kecil di seluruh Indonesia. Secara khusus, di desa-desa sasaran proyek BLUE SUN SFF, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam ekonomi warga, terutama bagi nelayan kecil, sehingga mereka dapat hidup lebih sejahtera.
Sumber: AntaraNews