Wondr Jakarta Running Festival 2025, Sport Tourism Kelas Dunia di Ibu Kota

Tahun ini pihaknya melakukan sejumlah pembaruan di hari perlombaan.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Wondr Jakarta Running Festival 2025, Sport Tourism Kelas Dunia di Ibu Kota
Wondr Jakarta Running Festival 2025, Sport Tourism Kelas Dunia di Ibu Kota (Merdeka.com)

Jakarta bersiap menggelar Wondr Jakarta Running Festival 2025 pada 23–26 Oktober mendatang. Ajang lari tahunan ini kembali hadir dengan inovasi dan target besar, yakni memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism internasional.

Direktur Utama PT Kelompok Lari Anak Bangsa sekaligus Koordinator Wondr Jakarta Running Festival, Dickie Widjaja mengatakan, tahun ini pihaknya melakukan sejumlah pembaruan di hari perlombaan.

"Untuk race day tetap dua hari, tapi ada perubahan. Half Marathon dipindahkan ke hari Sabtu, sedangkan Marathon ke hari Minggu. Jadi setiap hari ada jarak pendek, menengah, hingga jauhnya,” ujar Dickie saat jumpa pers di Balai Agung Jakarta, Rabu (24/9).

Dickie menambahkan, pada tahun di setiap tingkatan perlombaan Jakarta Running Festival sudah mempunyai label yang memastikan penyelenggaraan pertandingan sudah sesuai standar internasional. 

"Kami ingin menunjukkan bahwa Jakarta bisa menjadi tuan rumah event olahraga berkelas dunia!,” seru dia.

Dickie menyebut, antusiasme publik sampai hari ini sangst luar biasa. Total lebih dari 27 ribu peserta lari sudah mendaftar. Tidak hanya berasal dari Indonesia, namun juga dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia dan Jepang.

Pemprov Jakarta Siapkan Dukungan All Out

Acara lagi bertaraf global ini pun mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur Pramono Anung menegaskan pihaknya siap all out menyukseskan acara.

"Prinsipnya, pelayanan terbaik akan kami berikan. Kalau perlu semua jalan ditutup pun, kami tutup. Kami sudah koordinasi dengan Dishub, Polda Metro Jaya, dan instansi terkait,” ujar Pramono dalam kesempatan senada.

Pramono pun menaruh harapan besar agar Jakarta Running Festival terus berkembang hingga bisa sejajar dengan event major marathon dunia di 2027 saat usia Jakarta genap 500 tahun.

"Cita-cita saya, pada 2027 saat Jakarta berusia 500 tahun, ajang ini bisa menjadi setara dengan major marathon internasional. Itu akan membuat peringatan semakin semarak. Jadi Jakarta siap mendukung seribu persen, mau apa saja kami siap!," beber Pramono.

Sementara itu, dukungan teknis datang dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan memastikan penyelenggaraan sudah memenuhi standar internasional. 

"Kami sudah ukur dan sertifikasi lintasan sesuai standar global. Jadi ini betul-betul event internasional. Sekaligus menjadi ajang persiapan menuju 2027,” kata Luhut.

Luhut menambahkan, sejumlah pelari nasional juga akan ambil bagian dan ditargetkan memecahkan rekor pada event terkait. 

"Ada atlet-atlet seperti Roby Naibaho yang akan turun di nomor 5.000, 10.000, maupun Marathon. Kami ingin mereka memanfaatkan momentum ini untuk memperbaiki catatan waktu,” tegas dia.

Namun Luhut mewanti, kualitas udara di Jakarta harus terus diperbaiki. Harapannya, agar pelari internasional semakin berminat untuk hadir langsung mengikuti perlombaan lari di Jakarta. 

“Sekarang indeks polusi sudah berkisar 100, jauh membaik dibanding beberapa tahun lalu yang sempat 150–200. Ditambah dorongan penggunaan kendaraan listrik, ini akan mendukung kenyamanan pelari internasional,” pungkas Luhut.

Rekomendasi