Wisatawan Tak Patuh Protokol Kesehatan di Pangandaran akan Diusir
Merdeka.com - Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata meminta wisatawan yang datang ke Kabupaten Pangandaran agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan. Ia tidak ingin Pangandaran menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.
Jeje mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya sempat mendapatkan teguran dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Barat setelah pada akhir pekan lalu kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pangandaran cukup padat. Pemerintah Kabupaten Pangandaran sendiri, oleh gugus tugas dinilai tidak bisa menerapkan protokol kesehatan di tempat wisata.
"Oleh karena itu kami mengingatkan agar wisatawan menjaga protokol kesehatan, terutama mengenakan masker. Wisatawan yang bandel akan kita usir daripada jadi masalah," kata Jeje, Kamis (20/8).
Selain itu juga, Jeje meminta agar para petugas di lapangan bertindak tegas kepada wisatawan yang tidak menggubakan masker.
"Jika tak menurut, petugas berhak mengusir wisatawan dari destinasi wisata. Tinggal keberanian teman-teman di lapangan. Usir saja, mereka juga nanti akan cari masker," ungkapnya.
Saat ini sendiri, Jeje menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran melakukan sejumlah persiapan menjelang momen akhir pekan. Diprediksi wisatawan yang datang ke Pangandaran akan kembali padat seperti pekan sebelumnya, apalagi akhir pekan kali ini juga berbarengan dengan libur dan cuti bersama Tahun Baru Islam 1442 H.
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat TNI dan polisi untuk melakukan pengawasan di destinasi wisata selama momen liburan akhir pekan ini. Menurut dia, pengawasan protokol kesehatan di destinasi wisata akan semakin ditingkatkan.
"Kita punya prediksi libur kali ini akan membludak. Jaga jarak sudah susah sepertinya kalau membludak. Tinggal kita pantau protokol kesehatan yang lainnya (pakai masker)," katanya.
Dinas Pariwisata dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran, diungkapkan Jejes sudah diminta untuk mengingatkan para pelaku usaha wisata dalam penerapan protokol kesehatan. Dengan begitu, destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran tetap bisa berjalan meski pandemi Covid-19 belum selesai.
"Kita tidak ingin menutup kegiatan pariwisata di Pangandaran. Sebab dengan kembali dibukanya kegiatan pariwisata, roda ekonomi dapat kembali berputar. Namun dalam kegiatannya protokol kesehatan harus tetap dilakukan. Mudah-mudahan kesadaran wisatawan untuk menggunakan masker juga meningkat. Kita juga akan terus edukasi ke wisatawan agar pakai masker, sehingga tidak ada penularan (di destinasi wisata)," tutupnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya