Waspada Varian Omicron, Anggota DPD Minta Pemerintah Tingkatkan Surveilans Genomik

Senin, 29 November 2021 13:46 Reporter : Iqbal Fadil
Waspada Varian Omicron, Anggota DPD Minta Pemerintah Tingkatkan Surveilans Genomik Laboratorium uji sample tes PCR Universitas Riau. ©2021 Merdeka.com/abdullah sani

Merdeka.com - Belum lagi reda lonjakan kasus terutama di negara-negara Eropa, kini dunia harus menghadapi ancaman varian baru Covid-19. Setelah varian Alpha, Beta, Gamma, dan Delta masuk kategori Varian of Concern (VOC) WHO, kini varian baru bernama varian B.1.1.529 atau omicron juga masuk kategori VOC.

Diidentifikasi kali pertama dari Afrika Selatan, varian baru ini kemungkinan memiliki tingkat penularan tinggi. Anggota DPD Fahira Idris menyerukan pemerintah memperketat pintu masuk dan meningkatkan surveilans.

"Situasi seperti ini (ancaman varian baru) pasti kita akan hadapi. Kita memang harus senantiasa waspada, tetapi tidak perlu panik. Salah satu strategi utama mencegah masuknya varian baru ini adalah pemerintah melakukan pengetatan pintu masuk dan penguatan surveilans serta masyarakat perketat protokol kesehatan," kata Fahira melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (29/11).

Senator asal Jakarta ini menambahkan, strategi penguatan surveilans perlu dilapis dengan perluasan cakupan vaksinasi.

"Pengetatan pintu masuk, penguatan prokes, dan vaksinasi ini menjadi benteng pertahanan kita untuk mencegah agar varian baru tidak masuk, bertransmisi dan membuat lonjakan kasus," tukasnya.

Menurut Fahira, pasca berakhirnya gelombang kedua dan level situasi pandemi sudah mulai menurun atau terkendali, sistem deteksi di Indonesia semakin membaik. Namun, karena adanya ancaman varian omicron ini maka berbagai upaya misalnya tes epidemiologi dan tes screening harus semakin ditingkatkan.

Selain itu, surveilans genomik di daerah-daerah berpotensi lonjakan kasus dan juga daerah-daerah yang jadi pintu masuk semakin dikuatkan. Kebijakan surveilans dan karantina di pintu masuk negara juga harus semakin diperketat.

"Dari sisi deteksi, tren testing dan tracing harus diupayakan tetap tinggi walaupun tren kasus konfirmasi harian menurun. Pemerintah juga harus terus memastikan bahwa ketersediaan tempat tidur, oksigen, dan obat Covid-19 cukup untuk merawat kasus aktif saat ini dan jika nanti terjadi lonjakan kasus," ujarnya.

Di sisi lain, Fahira mengingatkan, kebijakan-kebijakan lain seperti percepatan pemberian vaksin booster dan kebijakan durasi karantina harus diperkuat.

"Dan kebijakan lain untuk memperkuat kesadaran masyarakat bahwa pandemi belum berakhir sehingga prokes masih menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan kita sehari-hari," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam rapat yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia atau WHO pada Jumat (26/11) menetapkan varian baru virus corona B.1.1.529 bernama omicron sebagai variant of concern (VOC). Varian tersebut pertama terdeteksi di Afrika Selatan dan kini sudah menyebar ke sejumlah negara dan kawasan, termasuk Hong Kong. [bal]

Baca juga:
Antisipasi Varian Omicorn, Kemenhub Perketat Pintu Masuk Internasional
Gambar Lab: Mutasi Virus Corona Varian Omicron Dua Kali Lipat Lebih dari Delta
Pemerintah Diminta Tak Terapkan PPKM Level 3 & 4 Hadapi Varian Omicron, ini Sebabnya
Gubernur Bali Tunggu Aturan Pengetatan Pemerintah Pusat Cegah Varian Omicron
WHO: Belum Jelas Apakah Omicron Bisa Sebabkan Penyakit yang Lebih Parah
Ada Varian Omicron, Pemerintah Diminta Cadangkan Anggaran Sektor Kesehatan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini