Warga Samarinda Tangkap King Cobra Panjang 3,7 Meter yang Sedang Memangsa Piton

Warga Perumnas Bengkuring Jalan Kestela 9, Samarinda, Kalimantan Timur, dibikin heboh dengan kemunculan King Cobra, sedang memangsa ular piton. Satwa melata mematikan itu akhirnya berhasil ditangkap.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Warga Samarinda Tangkap King Cobra Panjang 3,7 Meter yang Sedang Memangsa Piton
King Cobra 3,7 meter yang ditangkap warga di Samarinda. ©2020 Istimewa

Warga Perumnas Bengkuring Jalan Kestela 9, Samarinda, Kalimantan Timur, dibikin heboh dengan kemunculan King Cobra, sedang memangsa ular piton. Satwa melata mematikan itu akhirnya berhasil ditangkap.

Peristiwa itu berawal dari laporan warga setempat sekira pukul 12.15 WITA, adanya ular Kobra di halaman samping rumahnya, sedang memangsa ular piton.

"Awalnya saya tidak percaya. Begitu saya dan teman-teman ke lokasi kejadian, benar. Ternyata itu King Cobra. Saya pesan ke warga, King Cobra itu jangan diapa-apain, jangan diusir dulu," kata salah seorang relawan, Akmal (54), kepada merdeka.com, Senin (7/12).

Akmal menerangkan, dia bersama relawan lainnya bertindak hati-hati untuk menangkap King Cobra itu. "Kami lihat, dia (King Cobra) sedang memangsa piton. Ada sekitar 1 meter sudah masuk ke dalam mulut," ujar Akmal.

"Begitu kami datang, King Cobra itu melepaskan mangsanya (ular piton yang sedang proses dimakan). Sepertinya, melihat kami, dan mau memangsa lebih besar lagi, memangsa kita," tambah Akmal.

King Cobra itu akhirnya berhasil ditaklukkan. Setelah diukur, King Cobra memiliki panjang 3,7 meter, dan piton 2,3 meter. "Kawasan tinggal warga ini, memang habitat ular. Apalagi kemarin habis banjir, kami duga ular banyak keluar dari sarang," sebut Akmal.

"Sebelumnya, dari keterangan warga, ada juga kemunculan ular lainnya. Seperti piton 4 meter. Nah, King Cobra ini paling besar, dan paling panjang dari ular yang pernah ditemukan warga," ungkap Akmal.

King Cobra sementara diamankan, dan rencananya akan diserahkan ke pencinta satwa melata. "Tapi kalau tidak, nanti rencana juga akan dilepaskan jauh dari permukiman," demikian Akmal.

Rekomendasi