Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga Mojokerto sulap kampung yang dulunya kumuh menjadi warna-warni

Warga Mojokerto sulap kampung yang dulunya kumuh menjadi warna-warni Kampung lukis Purwotengah. ©2017 Merdeka.com/Budi

Merdeka.com - Lingkungan RT 03 RW 01, Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jawa Timur, yang dulunya terkesan kotor, kini menjadi kampung yang warna warni. Warga menyulapnya menjadi kampung lukis berbagai karikatur warna warni dan tulisan pesan moral pada masyarakat.

Kampung lukis ini memang tak begitu tampak dari jalan raya, namun ketika masuk gang II Kelurahan Purwotengah, terlihat lukisan warna warni di tembok-tembok rumah. Lukisan karikatur tersebut bermacam macam, mulai presiden pertama Soekarno, gambar tokoh pewayangan, dan karikatur siswa sekolah dan gurunya.

Setiap lukisan tertulis pesan moral. Di antaranya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawan, pengetahuan tentang budaya itu penting, bersih itu indah, stop narkoba, hingga tulisan pengingat jam 18.00-19.00 wajib belajar.

Selain warna warni lukisan dan tulisan, di sepanjang gang kampung, ditata pot bunga yang ditanami sayur mayur, seperti cabai, tomat dan sayuran lainnya. Tampak tong sampah yang di cat warna warni ditempatkan di beberapa titik gang kampung.

Untuk mengecat tembok dan melukis karikatur, dilakukan oleh warga secara swadaya dibantu seorang pelukis. Pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar 2 bulan dan dilakukan secara bertahap.

Muji Slamet, Ketua RT 03 RW 01, Kelurahan Purwotengah mengatakan, ide awal menjadikan lingkungan RT 03 menjadi kampung lukis ini, muncul setelah dirinya terpilih menjadi Ketua RT 03 sekitar 2 bulan lalu. Karena wilayahnya merupakan padat penduduk dan tidak bisa mengembangkan pembangunan, akhirnya muncul inisiatif mengubah suasana kampung jadi tampak berwarna warni dan indah.

kampung lukis purwotengah

Kampung lukis Purwotengah ©2017 Merdeka.com/Budi

"Setelah terpilih jadi Ketua RT, saya berpikir apa yang bisa diubah untuk membuat perubahan, ya akhirnya muncul ide mengubah warna saja, karena sebelumnya memang agak kumuh," kata Muji, Rabu (18/10).

Untuk membuat lukisan di tembok sepanjang sekitar 200 meter ini, membutuhkan cat tembok sekitar 70 kilogram. Cat pun dipilih cat yang bagus dan tidak mudah luntur dan rusak.

"Ya kira kira habis cat sekitar 70 kilogram. Ini pun masih ada beberapa titik yang perlu ditambah supaya lebih bagus lagi," jelas Muji.

Konsep kampung lukis ini pun mendapat apresiasi positif dari warga. Mereka mengaku senang karena lingkungannya menjadi bersih, indah dan nyaman.

"Sangat senang, karena lebih bersih dan bagus. Beda dengan sebelumnya yang terkesan agak kotor dan kurang nyaman," Kata salah satu warga, Marta Puspitasari.

Hal yang sama juga dikatakan Dewi Kholifah, warga yang lainnya. Setiap sore warga bisa berkomunikasi sambil merawat tanaman sayur mayor di sepanjang jalan kampong.

"Setiap sore ada kegiatan, membersihkan jalan sambil menyiram tanaman sayur supaya subur dan nantinya bisa dimanfaatkan oleh warga," ucap Dewi.

Kampung lukis ini diharapkan bisa menjadi media sosialisasi dan menyampaikan pesan moral bagi masyarakat luas. Sekaligus bisa menjadi wisata pendidikan bagi anak anak sekolah. (mdk/ded)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP