Warga Kontak dengan 10 Klaster Covid-19 di Riau Diminta Lapor Gugus Tugas

Jumat, 8 Mei 2020 01:05 Reporter : Abdullah Sani
Warga Kontak dengan 10 Klaster Covid-19 di Riau Diminta Lapor Gugus Tugas Covid-19. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Saat ini, ada 10 klaster penularan Covid-19 yang 66 orang sebagai pasien positif. Warga Riau yang berhubungan atau kontak langsung dengan para klaster tersebut diminta untuk melapor ke Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau.

"Ada 10 Klaster penyebaran Covid-19 di Riau, paling banyak di Kota Pekanbaru. Warga yang berhubungan dengan mereka harap melapor demi kebaikan kita bersama," ujar Juru Bicara Covid-19 Riau Indra Yovi, Kamis (7/5).

Untuk di Kota Pekanbaru, ada lima klaster penularan. Dua di antaranya diberi nama Klaster Medan, karena pasien yang tertular punya riwayat dari Kota Medan, Sumatera Utara.

Selanjutnya yang kedua, klaster Sukabumi, ketiga Jawa Barat, keempat klaster pabrik, dan kelima klaster tunggal. Penularannya tidak bisa dipastikan dari mana.

“Sedangkan di Kota Dumai terdapat tiga klaster penularan, yang paling besar adalah klaster Pertemuan Tenaga Kesehatan (Nakes) Teladan, kemudian klaster Sukabumi dan klaster tunggal,” jelas Yovi.

Yovi menyebutkan, untuk di daerah Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hilir masing-masing ada satu klaster penularan. Klaster di Inhil merupakan penularan dari santri yang pulang dari pondok pesantren di Magetan, Provinsi Jawa Timur. Beberapa pasien positif dari klaster pondok pesantren Magetan juga ditemukan di Kabupaten Bengkalis.

“Yang paling besar yaitu klaster pondok pesantren dari Magetan, Jawa Timur, sebelumnya sudah lima orang positif. Dan hari ini bertambah tiga orang, jadi sudah delapan orang dari klaster ini yang positif,” jelas Yovi.

Menurut Yovi, hari ini terdapat penambahan lima pasien positif Covid-19, paling banyak di klaster penularan pondok pesantren Magetan yang berjumlah tiga orang. Sebelumnya pasien positif ada 61 orang, meningkat jadi 66 orang.

“Pasien positif nomor 62 berinisial NM (60 tahun), warga Kota Dumai. Pasien NM kontak erat karena keluarga dari pasien positif lainnya, yakni RR yang tertular dari klaster Pertemuan Nakes Teladan Dumai,” terang Yovi.

Kemudian pasien nomor 63 berinisial S (60) ditemukan di Halte Bus Pekanbaru dalam kondisi pingsan. Pria ini diketahui tidak memiliki rumah. Petugas medis belum diketahui riwayat penularan dari mana karena NM tidak memiliki riwayat perjalanan dan tidak memiliki kontak erat dengan kasus positif Covid-19 lainnya. Kondisinya belum stabil.

Selanjutnya pasien nomor 64 hingga ke-66 berasal dari klaster pondok pesantren Magetan, Jawa Timur. Pasien ke-64 adalah warga Indragiri Hilir inisial K yang masih berusia 14 tahun. Pasien ke-65 berinisial MZ berusia 22 tahun, juga warga Inhil, sedangkan pasien ke-66 inisial HS adalah warga Kabupaten Bengkalis berusia 20 tahun.

“Untuk pasien nomor 64, 65, dan 66, sama-sama dari klaster pondok pesantren Magetan,” katanya.

Dari total positif Covid-19 di Riau ada 66 kasus, Sebanyak 32 orang masih dirawat, 28 sehat dan sudah dipulangkan, dan enam meninggal dunia.

“Yang meninggal 9,8 persen dari jumlah pasien positif. Pasien yang meninggal ini statusnya dalam pengawasan, kemudian meninggal dan sepekan setelah hasil swab baru diketahui positif,” jelas Yovi.

Sementara untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih dirawat berjumlah 192 pasien, sedangkan PDP negatif Corona dan dipulangkan berjumlah 520 orang, yang meninggal dunia ada 92 orang. Untuk orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dalam proses pemantauan berjumlah 8.109 orang. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini