Warga Desa Sibalanga Berharap Pembangunan Huntara Segera Rampung untuk Korban Longsor

Pembangunan hunian sementara (huntara) di Desa Sibalanga, Tapanuli Utara, yang telah mencapai 80% diharapkan segera rampung, memberikan harapan baru bagi ribuan penyintas bencana longsor yang kehilangan tempat tinggal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Warga Desa Sibalanga Berharap Pembangunan Huntara Segera Rampung untuk Korban Longsor
Pembangunan hunian sementara (huntara) di Desa Sibalanga, Tapanuli Utara, yang telah mencapai 80% diharapkan segera rampung, memberikan harapan baru bagi ribuan penyintas bencana longsor yang kehilangan tempat tinggal. (AntaraNews)

Warga Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menyampaikan harapan besar agar pembangunan hunian sementara (huntara) segera rampung. Proyek ini digagas oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk menampung para penyintas bencana longsor. Kehadiran huntara ini sangat dinantikan mengingat banyak warga yang masih belum memiliki tempat tinggal pascabencana.

Roslina Nasution, seorang warga Desa Sibalanga berusia 74 tahun, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi para penyintas. Ia berharap agar huntara yang dibangun dengan cepat ini segera dapat ditempati oleh mereka yang terdampak. Roslina, yang rumahnya berjarak sekitar 50 meter dari lokasi pembangunan huntara, mengaku setiap hari memantau proses pengerjaan dan mengapresiasi kecepatan progresnya.

Pembangunan 40 unit hunian sementara ini berlokasi di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, yang dapat ditempuh sekitar delapan jam perjalanan darat dari Kota Medan. Upaya percepatan pengerjaan dilakukan oleh pengembang agar huntara dapat segera dihuni. Hal ini menjadi prioritas utama untuk memulihkan kondisi para korban bencana longsor di daerah tersebut.

Pembangunan 40 unit hunian sementara (huntara) di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, menunjukkan progres yang signifikan. Kevin Hasiolan Pasaribu, penanggung jawab huntara dari PT Haza Gemilang Abadi, menyatakan bahwa proses pembangunan telah mencapai 80%. Target serah terima kepada korban bencana ditetapkan pada akhir Januari 2026, menandakan bahwa para penyintas akan segera memiliki tempat tinggal yang layak.

Setiap unit huntara dibangun di atas lahan seluas 24 meter persegi dengan mengusung konsep rumah tumbuh. Konsep ini memungkinkan pengembangan lebih lanjut menjadi hunian tetap di masa mendatang, dengan tersedianya ruang depan seluas empat meter. Fleksibilitas desain ini menjadi nilai tambah bagi para penghuni, memberikan potensi adaptasi sesuai kebutuhan jangka panjang mereka.

Kerja sama antara BNPB dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menjadi kunci dalam percepatan proyek ini. Kemitraan ini memastikan bahwa bantuan dapat disalurkan secara efektif dan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana. Kecepatan dan efisiensi dalam pelaksanaan proyek ini diharapkan dapat segera meringankan beban para penyintas.

Warga Desa Sibalanga, khususnya Roslina Nasution, menaruh harapan besar terhadap rampungnya pembangunan huntara ini. Roslina menyatakan rasa kasihan yang mendalam terhadap para penyintas yang rumahnya diterjang longsor dan belum memiliki hunian. Keberadaan huntara ini diharapkan dapat menjadi solusi cepat untuk mengatasi krisis tempat tinggal yang dialami ribuan keluarga.

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut telah menimbulkan dampak yang luas. Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB Sumut) per 22 Januari 2026, sebanyak 14.033 jiwa dari 3.509 kepala keluarga terdampak bencana ini. Angka ini menunjukkan skala kerusakan dan kebutuhan mendesak akan bantuan.

Tragisnya, bencana ini juga menelan korban jiwa. Pusdalops mendata 36 orang meninggal dunia akibat insiden tersebut, dan dua orang lainnya masih dinyatakan hilang. Data ini menggarisbawahi urgensi penyediaan hunian yang aman dan layak bagi para penyintas, serta upaya mitigasi bencana yang lebih komprehensif di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi