Pemerintah Kota Denpasar secara konsisten menguatkan budaya literasi di seluruh lapisan masyarakat melalui berbagai program inovatif. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan pengetahuan warga. Puncak Gebyar Literasi Kota Denpasar Tahun 2025 baru saja dibuka secara resmi di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan bahwa tingkat kegemaran membaca di Kota Denpasar mencapai angka 83,38, masuk dalam kategori tinggi berdasarkan data Perpustakaan Nasional RI. Masyarakat Denpasar tercatat memiliki frekuensi rata-rata membaca lebih dari enam kali per minggu. Ini menunjukkan potensi besar untuk pengembangan literasi lebih lanjut.
Melalui Gebyar Literasi ini, Pemkot Denpasar bertekad mewujudkan masyarakat yang cerdas dan berpengetahuan luas. Arya Wibawa berharap peran aktif pegiat literasi, pendidik, guru, orang tua, dan Bunda Literasi terus ditingkatkan. Gerakan Literasi Denpasar diharapkan semakin berkembang pesat.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kota Denpasar menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan budaya membaca di tengah masyarakat. Data dari Perpustakaan Nasional RI menempatkan Kota Denpasar pada posisi membanggakan dengan tingkat kegemaran membaca yang sangat tinggi. Angka 83,38 ini menjadi indikator keberhasilan program-program literasi yang telah dijalankan.
Frekuensi membaca masyarakat Denpasar yang mencapai lebih dari enam kali per minggu, baik melalui bacaan cetak maupun elektronik, merupakan cerminan dari kesadaran akan pentingnya pengetahuan. Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menggarisbawahi bahwa capaian ini harus terus didorong. Ia berharap “gerakan literasi di Kota Denpasar semakin berkembang, sehingga kegemaran membaca masyarakat dapat terus meningkat.”
Arya Wibawa juga menegaskan bahwa literasi yang kuat akan menjadi fondasi utama bagi terwujudnya Kota Denpasar yang maju dan berdaya saing. Penguatan Literasi Denpasar tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga memahami, menganalisis, dan menciptakan. Ini adalah langkah strategis untuk membentuk warga yang cerdas dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Advertisement
Advertisement
Gebyar Literasi Kota Denpasar Tahun 2025 menjadi ajang perdana yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, menjelaskan bahwa acara ini mengusung tema “Literasi Kuat, Denpasar Maju.” Tema ini merefleksikan visi kota untuk masa depan.
Tujuan utama Gebyar Literasi ini adalah penguatan budaya literasi secara masif dan berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat peran pegiat literasi dan Bunda Literasi melalui berbagai program. Harapannya adalah untuk membudayakan gemar membaca dan literasi di tengah masyarakat luas.
Menariknya, Gebyar Literasi 2025 juga memiliki fokus khusus pada pemulihan pasca-bencana. Arya Wibawa menyinggung bencana banjir yang melanda Denpasar pada September 2025. Meskipun banjir merusak berbagai fasilitas, termasuk sekolah, semangat literasi tidak padam. “Kota Denpasar bangkit dan pulih berkat peran serta dukungan semua pihak,” ujarnya, menegaskan pentingnya gotong royong.
Advertisement
Fokus pada siswa terdampak banjir memastikan bahwa anak-anak tetap dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik. “Rangkaian dan Puncak Gebyar Literasi Kota Denpasar Tahun 2025 tetap kita laksanakan dengan penuh makna, mewujudkan masyarakat yang kuat secara literasi dan berpengetahuan,” kata Arya Wibawa. Ini menunjukkan bahwa Literasi Denpasar adalah prioritas bahkan di tengah tantangan.
Advertisement
Pelaksanaan Gebyar Literasi Kota Denpasar Tahun 2025 diisi dengan berbagai kegiatan menarik dan edukatif. Salah satu program unggulan adalah pelatihan penulisan cerita pendek berbahasa Bali, yang ditujukan bagi guru dan masyarakat umum. Inisiatif ini mendorong pelestarian budaya lokal melalui literasi.
Selain itu, berbagai perlombaan juga digelar dengan peserta dari berbagai tingkatan, mulai dari PAUD hingga guru. Perwakilan kecamatan dari unsur PKK, Bunda Literasi/Pegiat Literasi, serta Sekaa Teruna Teruni (STT) turut berpartisipasi aktif. Keberagaman peserta ini menunjukkan inklusivitas program.
Rangkaian acara juga mencakup bedah buku atau dialog dengan penulis, pameran, dan bazaar buku. Ada pula pentas literasi yang melibatkan siswa SMP, serta pemberian apresiasi perpustakaan dari BPD Bali. Semua kegiatan ini dirancang untuk memberikan wadah dan ruang berkreasi bagi masyarakat dalam bentuk tulisan dan lainnya.
Advertisement
Melalui pendekatan yang komprehensif ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap dapat menciptakan ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan. Penguatan Literasi Denpasar tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga menumbuhkan kreativitas, pemikiran kritis, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan kota.
Sumber: AntaraNews