Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga Daha Kalsel minta dibuatkan tugu semangka sebagai ikon daerah

Warga Daha Kalsel minta dibuatkan tugu semangka sebagai ikon daerah Ilustrasi semangka. ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Warga Kecamatan Daha, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, berharap pemerintah daerah membangunkan monumen semangka yang merupakan salah satu unggulan daerah tersebut.

Salah seorang tokoh masyarakat dari Desa Tumbukan Banyu, Abdul Sukur di Kandangan Selasa mengatakan, buah semangka merupakan salah satu unggulan pendapatan warga di tiga Kecamatan Daha, yaitu Daha Utara, Daha Selatan maupun Daha Barat.

Pada musim semangka seperti saat ini, hampir setiap hari, sungai-sungai yang ada di Daha, dipadati oleh arus lalu lintas berupa kapal kayu yang mengangkut semangka, untuk di bawa ke beberapa daerah.

Timbunan buah semangka, yang baru dipanen dari lahan rawa milik masyarakat, didistribusikan hampir ke seluruh daerah di Kalimantan Selatan, bahkan ke Kalimantan Timur maupun Kalimantan Tengah.

"Buah semangka ini benar-benar telah mampu mendongkrak perekonomian masyarakat, bahkan banyak warga yang naik haji dari hasil menanam semangka, sehingga cocok bila pemerintah membuatkan miniatur buah semangka sebagai ikon kecamatan Daha," kata Abdul Syukur seperti dikutip dari Antara, Selasa (23/6).

Apalagi lokasi dan lahannya sudah ada, tinggal pengaturan dan pembangunan miniatur oleh pemerintah daerah.

Menurut Sukur, lokasi yang tepat untuk membangun ikon Kecamatan Daha tersebut adalah, di depan kantor pos, dengan membangun bundaran.

"Di depan kantor pos tersebut dibangun bundaran, untuk memecah kemacetan, di tengah bundaran baru dibangun miniatur buah semangka," katanya.

Kecamatan Daha, yang seluruh wilayahnya berada di atas lahan rawa tersebut, dikenal sebagai kecamatan yang paling padat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, karena 32 persen penduduk dari 263 ribu warga HSS berada di Kecamatan Daha, dan sisanya 65 persen tersebar di delapan kecamatan.

Sehingga, kata Sukur, perlu terobosan baru untuk mengurai kemacetan tersebut, selain membangun jalan poros dan jembatan baru, juga membangun bundaran, sehingga lalu lintas tetap bisa jalan.

Menurut dia, pembangunan jembatan Sungai Andi Tajang yang kini sedang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalsel, akan menjadi kunci dari permasalahan lalu lintas di Kecamatan Daha Selatan dan Daha utara, utamanya di sekitar Pasar Nagara.

Karena jembatan tersebut, selain dilebarkan hingga menjadi delapan meter, juga akan ada jalan khusus bagi pejalan kaki yang ada di samping kiri dan kanan.

Selain memberikan rasa aman kepada pejalan kaki, para pejalan kaki juga tidak akan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di tengah jalan.

Selain jembatan, dibangunnya jalan baru sepanjang dua kilometer menuju jembatan Andi Tajang, juga menjadi kunci lancarnya arus lalu lintas di daerah Pasar Nagara.

Kelancaran arus lalu lintas tersebut, kini membuat pertumbuhan ekonomi daerah, dari berbagai sektor telah jauh meningkat, sehingga sudah saatnya Daha memiliki ikon unggulan daerah, berupa buah semangka.

"Kami berharap, dibangun jalan bundaran di depan kantor pos. Kalau bisa dibangun patung buah semangka, sebagai ikon pertanian Daha. Lahannya sudah kami siapkan, tinggal kesiapan pemerintah daerah untuk bersedia membangunkan," katanya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP