Warga Bekasi pertanyakan uang kembalian Alfamart untuk donasi
Merdeka.com - Sejumlah warga Kota Bekasi, Jawa Barat mempertanyakan pengembalian dari minimarket Alfamart yang nilainya di bawah Rp 500. Soalnya, sering kali pelayan toko menawarkan kembalian didonasikan untuk sosial. Tapi, herannya tak tercantumkan donasi di dalam struk belanja.
"Sering, kadang Rp 100-400. Biasanya menawarkan dulu mau didonasikan apa enggak. Tapi kebanyakan saya donasikan," kata Hanani, warga Bekasi Barat saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (4/1).
Menurut dia, sering tidak mendapat uang kembalian dari kasir minimarket Alfamart apabila jumlah belanjaan yang dibelinya bernilai ganjil. "Katanya untuk donasi malaria. Padahal kalau untuk donasi pendidikan atau sosial, kenapa saya tidak pernah mendapatkan bukti tertulisnya," katanya.
Dia menganalogikan, jika satu minimarket berhasil menarik 'uang kembalian' Rp 200 setiap harinya terhadap satu pembeli. Maka, dalam sebulan pendapatan donasi mencapai Rp 6 ribu.
Sedangkan, di Kota Bekasi terdapat 301 Alfamart. Jika ditotal makan seluruh Alfamart sudah banyak uang yang terkumpul. "Itu kalau cuma satu pelanggan, kalau setiap minimarket pelanggannya sampai seribu orang, berapa totalnya?" katanya.
Dhendy, warga Pondok Gede, mengaku heran kenapa selama ini pihak Alfamart tidak pernah memberikan tanda bukti donasi.
"Padahal saya sering ditawari untuk donasi dari uang kembalian yang nilainya ganjil. Namun mereka tidak pernah memberikan bukti dari donasi tersebut seperti donasi dari PMI," ungkapnya.
Anggota Komisi A DPRD Kota Bekasi, Uri Rukhayati menegaskan pihaknya akan segera melakukan konsolidasi dengan pimpinan Dewan untuk mendiskusikan masalah ini. "Kalau perlu nanti kita panggil untuk dimintai klarifikasinya," katanya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya