Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengunjungi hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang, Aceh, pada 30 Januari. Kunjungan ini bertujuan memastikan bantuan serta layanan dasar bagi penyintas banjir telah terpenuhi dengan baik. Wapres menyapa langsung warga terdampak dari pintu ke pintu huntara.
Dalam agenda kunjungan kerja tersebut, Wapres Gibran meninjau huntara yang dibangun oleh PT Danantara (Persero) di Desa Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru. Kedatangan rombongan disambut meriah oleh warga yang antusias. Interaksi hangat terlihat sepanjang kunjungan.
Wapres Gibran menyalami beberapa penduduk dan mendengarkan aspirasi mereka terkait fasilitas pendukung hunian layak. Ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap semangat belajar. Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam penanganan pascabencana.
Advertisement
Advertisement
Interaksi Langsung Wapres Gibran dengan Penyintas Banjir
Wapres Gibran Rakabuming Raka menunjukkan perhatian mendalam dengan berinteraksi langsung bersama warga penyintas banjir di huntara Aceh Tamiang. Ia menyapa penghuni dari pintu ke pintu, bahkan masuk ke dalam ruangan huntara untuk melihat kondisi. Interaksi ini menciptakan suasana akrab dan penuh kehangatan.
Dalam kunjungannya, Wapres tidak hanya menyapa, tetapi juga mendengarkan berbagai keluhan dan harapan dari masyarakat. Ia berdialog dengan warga di depan pintu huntara, memastikan bahwa kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Kehadiran Wapres memberikan semangat baru bagi para korban bencana.
Salah satu warga, Sri Wahyuni, mengungkapkan rasa harunya bisa bertemu dan berdialog langsung dengan Wapres Gibran. Yuni menyampaikan bahwa Wapres menanyakan kenyamanan layanan serta kondisi kehidupan pengungsi. Dialog ini menjadi momen penting bagi warga untuk menyampaikan suara mereka.
Advertisement
Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmii dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi turut mendampingi Wapres dalam peninjauan ini. Kehadiran para pejabat tinggi negara ini menegaskan keseriusan pemerintah. Mereka memastikan koordinasi penanganan dampak banjir berjalan optimal.
Advertisement
Harapan Warga untuk Hunian yang Lebih Layak
Sri Wahyuni, atau akrab disapa Yuni, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan pemerintah yang telah menempatkan keluarganya di huntara. Ia merasa sangat terbantu setelah hampir dua bulan bertahan di tenda pengungsian yang kurang nyaman. Huntara dianggap jauh lebih baik dibandingkan tenda berdebu.
Yuni, warga Kampung Pahlawan, kehilangan rumahnya akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Seluruh mata pencarian keluarganya juga ikut hanyut terbawa arus. Kondisi ini membuat mereka sangat bergantung pada bantuan pemerintah.
Meskipun merasa terbantu dengan adanya huntara, Yuni memiliki harapan besar terhadap pemerintah. Ia berharap agar pemerintah dapat memberikan hunian tetap bagi keluarganya. Rumah sebelumnya berdiri di atas tanah pemerintah, sehingga relokasi menjadi solusi krusial.
Advertisement
Harapan Yuni mencakup relokasi dan penyediaan rumah hunian tetap agar keluarganya memiliki tempat tinggal layak kembali. Ini juga akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk memulai kembali usaha kecil yang menjadi sumber penghidupan. Kunjungan Wapres Gibran di Aceh Tamiang menjadi momentum untuk menyuarakan harapan ini.
Sumber: AntaraNews