Wanita Racuni Adik Ipar Usia 13 Tahun Kirim Pesan Menyentuh Hati ke Suami, Ngaku Dijebak Temannya

Sebelum ditangkap, RK sempat ke Lampung untuk mencari temannya Dio yang disebutnya menawarkan tantangan minum jamu itu.

Budi Yansah
Oleh Budi Yansah - Reporter
Wanita Racuni Adik Ipar Usia 13 Tahun Kirim Pesan Menyentuh Hati ke Suami, Ngaku Dijebak Temannya
RK pembunuh adik ipar (merdeka.com)

Seorang ibu rumah tangga, RK (19), meracuni adik iparnya, ANF (13), hingga tewas. Pelaku melakukan itu karena menaruh dendam setelah ribut dengan korban yang masih ABG.

Pelaku langsung meninggalkan rumah usai kejadian. Sebelum ditangkap polisi, RK mengirim pesan dengan tulisan panjang ke suaminya, YD (25), melalui WhatsApp, Rabu (18/12) malam.

Dalam pesannya, pelaku menyampaikan permintaan maaf kepada suami atas perbuatannya. Dia mengaku hal itu tidak disengajanya dan challenge minum jamu tersebut adalah tawaran dari temannya dengan hadiah uang Rp300 ribu bagi yang bersedia.

Pelaku mengaku disuruh mencari 10 orang dan jika berhasil ia bakal menerima imbalan Rp1 juta. RK berdalih tidak menyangka minuman itu justru menyebabkan adik ipar perempuannya tewas seketika setelah dikonsumsi.

"Maafin aku, aku benar mintak maaf aku dtw bakalan jadi cak ini aku ditawari main minuman smo kwan aku buat 10 uong bakalan dapat duit 300 ribu dan aku dapat 1 JT kalo dpt 10 uong itu mainan kami dari dulu tapi ak dtw bakalan ck ini. (Maafin aku, aku benar minta maaf. Aku tidak tahu akan jadi seperti ini. Aku ditawari main minuman sama teman aku, buat 10 orang akan dapat uang Rp300 ribu dan aku dapat satu juta kalau ada 10 orang yang main. Itu mainan kami dari dulu, tapi aku tidak tahu akan seperti ini)," tulis RK dalam pesan WA kepada suaminya seperti dilihat merdeka.com, Jumat (20/12).

RK mengaku sempat bercerita dengan temannya lagi ada masalah dengan korban. Ia pun ditawari challenge itu. Dia mengaku panik begitu menyaksikan adik iparnya tewas di tangannya.

"Aku certo dengan Dio kalo ak punyo maslh dngn Ade kamu,hal hasil aku kiro Dio baik dn tanyo nyo Ade kamu slh satu dari korban itu aku dak tau harus apo aku panik aku dtw adek kamu msh hidup Idak itu ak mau mintak tolong tapi aku takut tiba" ak di bwk di penjara dn dk pck ngejelasin ke kamu. (Aku cerita dengan dia (teman pelaku), kalau punya masalah dengan adik kamu. Tidak tahunya adik kamu salah satu dari korban itu. Aku tidak tahu harus apa, aku panik, aku tidak tahu adik kamu masih hidup atau tidak. Aku mau minta tolong, tapi aku takut dibawa ke penjara dan tidak bisa menjelaskan ke kamu. Aku tidak tahu 10 orang mati gara-gara minum itu)," tulis RK.

RK akan mencari temannya yang ia anggap menjebaknya dan akan membawanya ke keluarga suaminya. Hal itu sebagai bentuk tanggung jawabnya atas kesalahan yang ia perbuat.

"Ak yang dicari polisi sekarang,ini ak idk di rmh ak nyusul kwn ak yang buat ulah ini aku nak Dio yang tanggung jwb aku bakalan cari Dio sampe dapat aku terlalu takut NK ngmng smo klrgo kmu Mak kamu pun tau Aisa dah ngmng smo Mak kalo Dio di suruh minum jamu. (Sekarang aku yang dicari polisi, aku sudah tidak di rumah lagi. Aku menyusul teman yang membuat masalah ini, aku ingin dia bertanggungjawab. Aku akan mencari dia sampai ketemu. Aku terlalu takut mau bicara sama keluarga kamu. Ibu kamu tau, Aisyah sudah bicara kalau dia disuruh minum jamu)," sambung RK.

Usai kejadian, RK bermaksud pergi ke Lampung untuk menemui orang yang dimaksud dan berjanji akan menebus nyawa yang hilang dengan nyawanya. Hanya saja, dia keburu ditangkap polisi saat menginap di penginapan di Palembang.

"Pas ak lihat Aisa cak itu aku lemas dan panik aku dtw harus buat apo ini ak lagi Nebus kesalahan aku aku ke Lampung ketmpt kwn ak itu aku janji aku bkln bwk uong itu di hadapan kamu maaf skli lagi aku emang bengensek kalo aku dak dapat uong itu aku janji nyawo aku jadi taruhan sebagai tebusan nyawo" yang hilang. (Pas aku melihat Aisyah seperti itu, aku lemas dan panik. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Ini aku lagi menebus kesalahan aku, aku ke Lampung ke tempat teman aku itu. Aku janji akan membawa orangnya ke hadapan kamu. Maaf sekali lagi, aku emang brengsek kalau aku tidak dapat orangnya, aku janji nyaw aku jadi taruhannya sebagai tebusan nyawa yang hilang)," tulis RK.

RK juga menyinggung soal bayinya yang baru berusia tiga bulan. Dia bermaksud membawanya karena tak ingin berpisah dengannya.

"Sekali lagi Zen smo aku aku dk biso pisah smo Dio jngn pisahke aku biala Dio ku bwk mati dari pada Dio di sakiti aku mintak maaf aku benar" syng smo kmu tapi ini kslhan aku dk pantes kmu maafin. (Sekali lagi, Zen (anak pelaku) sama aku. Aku tidak bisa pisah sama dia, jangan pisahkan aku. Biarlah dia ku bawa mati, daripada disakiti. Aku minta maaf, aku benar-benar sayang sama kamu, tapi ini kesalahan aku yang tidak pantas kamu maafkan)," sambung RK.

Selanjutnya, RK juga mengirim pesan WA ke mertuanya untuk memberitahu keberadaan mayat adik iparnya. Dia sengaja menyembunyikannya di belakang lemari karena panik sebelum kabur.

"Maaf Mak nyari" Aisa aku sembunyikan Dio di belakang lemari Karno aku panik badan aku msh gemetaran smpe skrng kalo Aisa hilang nyawo aku jgo harus hilang nyawo maafin aku aku ajak anak Kito smo aku. Aku ke Lampung kalo ak dk ketemu Dio jugo aku janji jasat ak yang datang. (Maaf, ibu mencari Aisyah, saya sembunyikan dia di belakang lemari karena aku panik, badan aku masih gemetar sampai sekarang. Kalau Aisyah hilang nyawa, aku juga harus hilang nyawa, maafin aku. Aku bawa anak kita sama aku. Aku ke Lampung, kalau aku tidak ketemu dia juga, aku janji jasad aku yang datang)," tulis RK.

RK mengaku sangat sayang kepada suaminya tetapi dia sadar tak pantas dimaafkan. RK juga tahu diri bahwa keluarga suaminya bakal membencinya karena telah menghilangkan adik iparnya sendiri.

"Aku sayang kamu selamo nyo tapi ak dk pantes kamu maafin. Aku takut klrgo kamu benci smo aku trmsuk kamu. Maaf. Ini slh ak shrus nyo Kito dk prnh ktmu lagi. Aku mati Bae. (Aku sayang kamu selamanya, tetapi aku tidak pantas kamu maafkan. Aku takut keluarga kamu benci sama aku termasuk kamu. Maaf, ini salah aku, seharusnya kita tidak pernah ketemu lagi. Aku mati saja)," tutup RK.

Rekomendasi