Wamenko Polkam Pastikan Senjata yang Ditemukan di Lokasi Ledakan SMAN 72 Jakarta Hanya Mainan

Lodewijk mengonfirmasi bahwa memang ada senjata, tetapi itu hanya senjata mainan.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
Wamenko Polkam Pastikan Senjata yang Ditemukan di Lokasi Ledakan SMAN 72 Jakarta Hanya Mainan
Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam), Lodewijk Freidrich Paulus SMA Negeri 72, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. (Foto: Liputan6.com/Nanda Perdana). (© 2025 Liputan6.com)

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Lodewijk Freidrich Paulus, mengunjungi SMA Negeri 72 di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, setelah terjadinya ledakan di lokasi tersebut. Terdapat desas-desus mengenai keberadaan senjata api di sekitar area kejadian setelah ledakan terjadi.

Lodewijk mengonfirmasi bahwa memang ada senjata, tetapi itu hanya senjata mainan.

"Ada gambar itu tapi ternyata senjata mainan. Senjata mainan, bukan senjata beneran. Setelah kami cek itu senjata mainan," ungkapnya saat berada di SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11).

Ia juga menyampaikan bahwa tim forensik dari Polri masih melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber ledakan tersebut.

"Tentang ledakan masih di tim forensik lagi kerja. Apa ledakan atau apa gitu ya," jelasnya.

Politikus dari Partai Golkar ini menolak spekulasi mengenai adanya bom molotov yang diduga menjadi penyebab ledakan.

"Kalau bom molotov, pasti sudah kebakar itu. Namanya karpet," tambah Lodewijk.

Namun, ia belum memberikan penjelasan mengenai gambar yang beredar, yang menunjukkan seseorang tergeletak di samping senjata tersebut. "Ini kita belum tahu," katanya singkat.

54 Orang Menjadi Korban

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, mengungkapkan bahwa jumlah korban akibat ledakan di SMA Negeri 72, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, mencapai 54 orang. Korban-korban ini, menurutnya, sedang dirawat di Rumah Sakit YARSI dan Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.

"Data yang awal yang baru kita terima tadi, kalau kita jumlahkan kurang lebih sekitar 54 orang. mungkin ada yang luka ringan, ada yang luka sedang, mungkin ada yang sudah pulang," kata Asep Edi di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, Jumat (7/11).

Dia menambahkan bahwa di kedua rumah sakit tersebut akan dibangun posko untuk membantu keluarga korban dalam mencari para siswa yang sedang dirawat akibat ledakan tersebut.

"Membuat posko di rumah sakit YARSI dan Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih, yang mana guna untuk membantu keluarga korban untuk mencari anak didiknya yang sedang dirawat," ungkap Asep.

Meskipun demikian, Asep masih enggan memberikan rincian lebih lanjut mengenai insiden ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta.

"Nanti perkembangan lebih lanjut akan kami informasi lagi," jelasnya.

Suara Ledakan Berasal dari Speaker

Baru-baru ini, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) menginformasikan bahwa ledakan yang terjadi berasal dari speaker di sebuah sekolah.

"Kami menerima informasi ledakan dari saksi Zulfikar pukul 12.09 WIB," ungkap petugas Command Center Damkar di Jakarta pada hari Jumat (7/11).

Petugas langsung menanggapi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan 10 personel untuk menangani situasi di lokasi kejadian. Saat ini, proses pemadaman masih berlangsung dan belum selesai.

Gatot, Kasiops Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, juga menyampaikan permohonan maaf karena pihaknya tidak mengeluarkan laporan lapangan mengenai insiden di SMA 72.

"Maaf kami tidak mengeluarkan laporan," tuturnya, seperti yang dilansir oleh Antara.

Hal ini menunjukkan pentingnya transparansi dalam penanganan kejadian darurat, meskipun informasi yang tersedia terbatas. Di sisi lain, tindakan cepat dari petugas sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat di sekitar lokasi ledakan.

Rekomendasi