Wamenekraf: Mengapa Pemetaan End-to-End Ekosistem Ekonomi Kreatif Indonesia Kunci Kemenangan Global?

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menekankan pemetaan end-to-end ekosistem ekonomi kreatif Indonesia sangat krusial untuk bersaing di kancah global. Apa saja strateginya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wamenekraf: Mengapa Pemetaan End-to-End Ekosistem Ekonomi Kreatif Indonesia Kunci Kemenangan Global?
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menekankan pemetaan end-to-end ekosistem ekonomi kreatif Indonesia sangat krusial untuk bersaing di kancah global. Apa saja strateginya? (AntaraNews)

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar pada Minggu, 19 Oktober, di Jakarta, menyampaikan pandangan strategis mengenai masa depan ekonomi kreatif Indonesia. Dalam acara Gekrafs Naraya Berkreasi Seni menuju Hari Ekraf Nasional, ia menegaskan pentingnya pemetaan ekosistem secara menyeluruh.

Menurut Irene, pemetaan end-to-end ini, yang mencakup semua tahapan dari awal hingga akhir, merupakan kunci utama agar Indonesia mampu bersaing dan memenangkan pasar di kancah internasional. Pendekatan ini diharapkan dapat mengidentifikasi setiap aspek yang perlu dibenahi dan dioptimalkan.

Langkah ini melibatkan evaluasi regulasi yang ada serta pengamatan cermat terhadap peluang pasar. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap elemen dalam rantai nilai ekonomi kreatif dapat berkontribusi maksimal terhadap daya saing produk Indonesia di pasar global.

Strategi Pemetaan Ekosistem Ekonomi Kreatif End-to-End

Irene Umar menjelaskan bahwa untuk mencapai daya saing global, Indonesia perlu membenahi regulasi dan jeli melihat peluang bisnis dari bahan baku lokal. Bahan baku ini seringkali menjadi dasar dari produk kreatif asli Indonesia yang memiliki potensi besar.

Sebagai contoh, dalam bisnis parfum, pelaku ekonomi kreatif harus mampu menganalisis pasar dari berbagai aspek. Ini termasuk ketersediaan bahan baku, keberadaan peracik profesional, kualitas pengemasan, hingga aspek label kemasan yang menarik dan informatif.

Pendekatan holistik ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah pada setiap produk kreatif. Dengan demikian, produk-produk tersebut tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki daya tarik yang kuat di mata konsumen internasional.

Irene menggarisbawahi, "Indonesia bagaimana kita bisa menang di kancah internasional adalah end-to-end ekosistemnya harus kita petakan. Jadi sekarang dari segi regulasi dan dari segi marketing, itu kita harus melihat pasar, kita harus melihat end-to-end-nya."

Peran Kemenekraf dan Kolaborasi Lintas Kementerian

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memiliki peran sentral dalam mendukung para pelaku ekonomi kreatif. Salah satu inisiatifnya adalah program Ekraf Hunt, yang berfungsi sebagai basis untuk menemukan dan mengembangkan potensi pelaku kreatif.

Program ini dirancang untuk membina ekosistem produk kreatif agar memiliki daya saing yang tinggi. Melalui Ekraf Hunt, Kemenekraf berupaya mengidentifikasi talenta dan inovasi yang dapat mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif nasional.

Irene juga menyoroti fenomena bisnis parfum lokal yang sedang naik daun, bahkan menjadi incaran jastip di platform seperti TikTok. "Parfumnya kita itu udah naik banget sekarang. Sampai kalau kita ngelihat jastip di TikTok, itu semuanya pasti ada parfum. Jadi isinya, botolnya, sampai ke printingnya, itu kita harus petakan end-to-end problems dari masing-masing pemetaan tersebut, kita harus kerja sama dengan kementerian yang lain," jelasnya.

Untuk mengatasi berbagai tantangan, Kabinet Merah Putih di era Prabowo-Gibran menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian. Kolaborasi ini bertujuan untuk bersama-sama merumuskan kebijakan yang dapat membangkitkan kontribusi ekonomi Indonesia secara gotong royong.

Aktivasi dan Dukungan Hari Ekraf Nasional

Dalam rangka mendukung produk kreatif dari para pejuang ekraf, Kemenekraf akan mengadakan serangkaian aktivasi pada Hari Ekraf Nasional. Aktivasi ini akan meliputi pameran dan kegiatan menarik di sepanjang jalan Jakarta.

Rencananya, kegiatan akan membentang mulai dari Blok-M hingga Kota Tua, menampilkan berbagai produk dan inovasi kreatif. Selain itu, akan ada "playground" ekraf di berbagai spot komunitas.

Spot-spot ini termasuk di sekitar Thamrin, Taman Mini Indonesia Indah, hingga pusat perbelanjaan di pusat Jakarta. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas produk kreatif lokal dan memberikan ruang bagi pelaku ekraf untuk berinteraksi dengan pasar.

Berbagai aktivasi ini diharapkan dapat menjadi platform efektif bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk memamerkan karya mereka. Sekaligus, ini juga menjadi kesempatan untuk menarik minat masyarakat luas terhadap kekayaan dan potensi ekonomi kreatif Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi