Wamenbud Ajak Generasi Muda Kembangkan Inovasi Digital Budaya untuk Buka Peluang Ekonomi Baru

Wamenbud Giring Ganesha Djumaryo mengajak generasi muda untuk aktif mengembangkan Inovasi Digital Budaya guna menciptakan peluang ekonomi baru dan melestarikan kekayaan bangsa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wamenbud Ajak Generasi Muda Kembangkan Inovasi Digital Budaya untuk Buka Peluang Ekonomi Baru
Wamenbud Giring Ganesha Djumaryo mengajak generasi muda untuk aktif mengembangkan Inovasi Digital Budaya guna menciptakan peluang ekonomi baru dan melestarikan kekayaan bangsa. (AntaraNews)

Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha Djumaryo menyerukan kepada generasi muda Indonesia. Ia mengajak mereka untuk secara proaktif memanfaatkan serta mengembangkan teknologi digital. Langkah ini bertujuan untuk membuka berbagai peluang ekonomi baru yang berasal dari sektor kebudayaan nasional.

Seruan penting ini disampaikan Giring di Jakarta Pusat pada hari Minggu, 8 Desember. Momen tersebut bertepatan dengan malam puncak kompetisi inovasi digital budaya bertajuk "Budaya Go!". Kompetisi ini sendiri memang dirancang untuk mendorong kreativitas dalam menghadirkan nilai-nilai budaya secara modern dan interaktif.

Menurut Giring, pemanfaatan teknologi dapat mengubah kebudayaan menjadi sumber penghasilan yang signifikan. Hal ini tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga membuka potensi bisnis yang luas. Inisiatif ini diharapkan mampu melestarikan budaya sekaligus memberikan dampak positif secara finansial bagi para pelakunya.

Mendorong Kreasi Digital dan Lapangan Kerja Baru

Kompetisi "Budaya Go!" menjadi wadah strategis bagi generasi muda untuk berkreasi. Inovasi digital budaya melalui platform seperti gim, kecerdasan buatan, aplikasi, dan situs web didorong untuk menjangkau masyarakat luas. Pendekatan modern ini menjadikan budaya lebih interaktif dan mudah diakses.

Selain membuka peluang ekonomi, pemanfaatan teknologi dalam konteks budaya juga berpotensi besar menciptakan banyak lapangan kerja. Wamenbud Giring Ganesha Djumaryo mencontohkan, tim pengembang kecil yang konsisten menciptakan platform budaya berbasis digital dapat tumbuh menjadi tim besar. Pertumbuhan ini secara langsung akan menyerap banyak tenaga kerja terampil.

Giring menegaskan bahwa kehadiran teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia atau budayawan. Sebaliknya, teknologi harus berfungsi sebagai alat bantu yang efektif. Tujuannya adalah untuk melestarikan dan memajukan kekayaan budaya bangsa dengan cara yang lebih efisien dan modern.

"AI tidak boleh menggantikan peran manusia dan budayawan, tapi AI harus terus membantu budayawan melestarikan dan memajukan kebudayaan," ujar Giring, menekankan sinergi antara teknologi dan pelestarian budaya. Pendekatan ini memastikan bahwa aspek kemanusiaan tetap menjadi inti dari setiap inovasi digital budaya.

Indonesia sebagai Pemicu Tren Global Lewat Digital

Wamenbud juga menyoroti kekuatan besar kebudayaan Indonesia di kancah global yang kini semakin didorong oleh peran platform digital dan media sosial. Fenomena ini membuktikan bahwa inovasi digital budaya memiliki dampak yang sangat signifikan. Pengaruh ini bahkan mampu menembus batas-batas geografis dan budaya.

Dalam Konferensi Musik Indonesia, perwakilan dari Spotify dan YouTube secara eksplisit menyatakan bahwa Indonesia adalah "trigger country" dunia. "Dua aplikasi raksasa ini menyatakan bahwa Indonesia adalah trigger country dunia," ucap Giring, mengutip pengakuan dari raksasa teknologi tersebut. Istilah ini merujuk pada posisi Indonesia sebagai negara pemicu tren global yang kuat.

Giring menjelaskan bahwa apa pun yang menjadi viral dan algoritmanya naik di Indonesia, memiliki potensi besar untuk menjadi viral di seluruh dunia. "Apa pun yang viral, algoritmanya naik di Indonesia, akan mendorong konten tersebut menjadi luar biasa viral di dunia," tambahnya. Ini menunjukkan kekuatan konten digital yang berasal dari Indonesia.

Sebagai contoh konkret, Giring menyebut tradisi pacu jalur dan lagu "Tabola Bale" yang tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga berhasil menarik perhatian audiens global melalui media sosial. Selain itu, film-film horor produksi Indonesia di platform Netflix juga selalu menjadi tontonan paling banyak di dunia. Ini semakin memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi