Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, menegaskan komitmennya untuk memastikan aspirasi masyarakat terakomodasi penuh dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 yang sedang dimatangkan. Pernyataan ini disampaikan di Banjarmasin pada hari Jumat, 13 Februari, saat pembahasan pematangan RKPD 2027.
Pemerintah Kota Banjarmasin telah aktif menjaring berbagai masukan dari beragam lapisan masyarakat guna menyusun RKPD yang benar-benar memberikan dampak nyata. Pendekatan partisipatif ini diharapkan menghasilkan kebijakan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan warga kota.
Langkah ini diambil untuk mewujudkan slogan pemerintahannya, "Banjarmasin Maju Sejahtera", dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. RKPD 2027 tidak akan lahir dari pendekatan satu arah, melainkan dari dialog dan pengalaman langsung warga.
Advertisement
Advertisement
Partisipasi Masyarakat Kunci Pembangunan Berkelanjutan
Wali Kota Yamin menekankan pentingnya mendengar langsung pengalaman dan kebutuhan warga agar kebijakan yang disusun tidak meleset dari realitas di lapangan. Partisipasi masyarakat dianggap sebagai kekuatan besar Kota Banjarmasin yang telah terbangun selama hampir 500 tahun sejarah kota ini.
Struktur perencanaan kota yang sudah berjalan sejak Banjarmasin didirikan pada 24 September 1526, menjadi landasan kuat dalam proses ini. Kolaborasi antara pemerintah dan warga diharapkan dapat menciptakan kebijakan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan riil.
Melalui pendekatan partisipatif, berbagai peluang terbuka lebar ketika gagasan masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan digabungkan dalam satu arah kebijakan. Sinergi ini akan mengarahkan kebijakan untuk memajukan "Kota Seribu Sungai" dan memakmurkan warganya di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Tantangan dan Prioritas Pembangunan Kota Banjarmasin
Sebagai kota tua yang kaya sejarah, Banjarmasin terus berkembang dalam berbagai aspek, mulai dari pelayanan publik hingga lingkungan hidup perkotaan. Penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi fokus utama dalam upaya pembangunan berkelanjutan di kota ini.
Namun, Kota Banjarmasin juga menghadapi berbagai persoalan yang memerlukan penanganan cepat dan tepat, seperti penanganan sampah dan normalisasi sungai. Tantangan ini menjadi prioritas yang harus segera diselesaikan demi kenyamanan dan kesejahteraan warga Banjarmasin.
Wali Kota Yamin memaparkan bahwa selain peningkatan infrastruktur jalan, jembatan, drainase, serta sarana pendidikan dan kesehatan, penanganan sampah juga menjadi prioritas utama. Normalisasi sungai juga ditekankan sebagai upaya pengendali banjir yang krusial bagi kota.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Lintas Sektor untuk RKPD Berdampak
Kolaborasi lintas sektor menjadi faktor kunci agar setiap program yang dirancang dalam RKPD 2027 benar-benar berdampak dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak diharapkan mampu menciptakan solusi komprehensif.
Wali Kota Yamin menegaskan bahwa RKPD bukan sekadar dokumen formal, melainkan harus mampu menjawab persoalan hari ini dan menyiapkan masa depan kota. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk menyampaikan persoalan secara jujur dan menawarkan solusi realistis.
“Kita tidak ingin RKPD hanya menjadi dokumen formal. RKPD 2027 harus mampu menjawab persoalan hari ini sekaligus menyiapkan masa depan kota. Karenanya sampaikan persoalan secara jujur dan menawarkan solusi yang realistis," ujar Wali Kota. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya keterbukaan dan orientasi solusi dalam penyusunan kebijakan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews