Wali Kota Malang Ajak Warga Jadikan Idul Fitri Semangat Baru Pembangunan Kota

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyerukan semangat Idul Fitri sebagai momentum krusial untuk memperkuat kebersamaan dan mendorong pembangunan Kota Malang yang berkelanjutan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wali Kota Malang Ajak Warga Jadikan Idul Fitri Semangat Baru Pembangunan Kota
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyerukan semangat Idul Fitri sebagai momentum krusial untuk memperkuat kebersamaan dan mendorong pembangunan Kota Malang yang berkelanjutan. (AntaraNews)

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa momen Hari Raya Idul Fitri membawa semangat baru untuk terus bersama-sama membangun kemajuan Kota Malang. Pernyataan ini disampaikan Wahyu saat memberikan pidato sambutan pada salat Id di Masjid Agung Jami' Malang, Jawa Timur, Sabtu.

Menurut Wahyu, Idul Fitri dapat dijadikan sarana efektif untuk memperkuat kebersamaan serta mempererat tali silaturahim di antara seluruh elemen masyarakat. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat baru dalam upaya memajukan Kota Malang secara menyeluruh.

Ikatan silaturahim yang kuat antara masyarakat dan pemerintah menjadi landasan esensial dalam mewujudkan kemajuan suatu daerah. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang senantiasa berupaya mendorong keterlibatan warga dalam menciptakan tata kelola pembangunan yang berorientasi pada peningkatan sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa Ramadhan dan Idul Fitri bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah instrumen penting untuk mengevaluasi integritas diri. Evaluasi ini mencakup peran sebagai hamba Allah sekaligus sebagai warga yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan komunitasnya.

Pemerintah Kota Malang memastikan bahwa mereka selalu membuka diri terhadap setiap warga yang berkeinginan untuk terjun langsung dan berkontribusi. Partisipasi aktif masyarakat sangat diharapkan dalam upaya memajukan segala aspek kehidupan secara luas di Kota Malang.

Komitmen ini menunjukkan bahwa pembangunan kota adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, berbagai tantangan pembangunan dapat diatasi lebih efektif.

Pelaksanaan ibadah salat Id di Kota Malang terpantau tersebar secara merata di berbagai lokasi. Titik-titik salat Id dapat ditemukan mulai dari jalan di kawasan pemukiman penduduk hingga jalur protokol utama kota.

Salah satu lokasi salat Id di kawasan pemukiman penduduk diselenggarakan di Jalan Sebuku, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing. Sementara itu, pelaksanaan ibadah salat Id dengan skala yang lebih besar terlihat jelas di kawasan Masjid Agung Jami' Malang.

Ribuan warga memadati area Masjid Agung Jami' Malang sejak sekitar pukul 05.00 WIB, menunjukkan antusiasme yang tinggi. Karena keterbatasan kapasitas di dalam masjid, masyarakat sampai harus melaksanakan salat di beberapa ruas jalan sekitar lokasi.

Ruas jalan yang digunakan untuk salat Id meliputi Jalan MGR Sugiyopranoto, Jalan Basuki Rahmat atau kawasan Kayutangan Heritage, dan Jalan Alun-Alun Merdeka Utara. Bahkan, di Jalan MGR Sugiyopranoto, pelaksanaan salat Id turut menggunakan area pelataran Gereja Hati Kudus Yesus, yang disambut hangat oleh para pengurus gereja.

Pelaksanaan salat Id di Masjid Agung Jami' Malang selesai sekitar pukul 07.00 WIB. Selepas ibadah, masyarakat terlihat saling berjabat tangan dan beberapa di antaranya terdengar mengucapkan permintaan maaf, menandakan suasana kebersamaan dan toleransi yang kuat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi