Wakapolda puji toleransi antara Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal
Merdeka.com - Kepala Paroki Gereja Katedral Jakarta, Romo Hani Rudi Hartoko menuturkan, jadwal Misa khusus Minggu (25/6) diubah untuk menghormati umat muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Selain itu juga dia juga mempersilakan umat muslim yang melakukan salat id di Istiqlal untuk memarkir kendaraan di halaman parkir gereja.
"Kami memahami umat muslim hanya ada satu waktu serentak untuk melaksanakan Salat Id. Sedangkan misa bisa menyesuaikan diri karena ada beberapa kali dalam hari Minggu," jelas Romo Hani Rudi Hartoko dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (24/6).
Khusus pada Minggu (25/6), jadwal misa di Gereja Katedral menjadi pukul 10.00 WIB, pukul 12.00 WIB, pukul 17.00 WIB dan pukul 19.00 WIB. Biasanya misa mingguan digelar pukul 06.00 WIB, 07.30 WIB, 09.00 WIB, pukul 11.00 WIB, 17.00 WIB dan pukul 19.00 WIB.
Keputusan mengubah jadwal misa sebagai bentuk toleransi antarumat beragama. "Bertetangga yang baik dan tulus sebagai sesama anak bangsa dan saling mendukung dalam bertetangga. Untuk saling menghormati dan ikut bergembira di hari yang Fitri," imbuhnya.
Wakapolda Polda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana mengapresiasi keputusan Gereja Katedral Jakarta yang mengubah jadwal misa pagi yang biasanya dilakukan Pukul 06.00 WIB.
"Alhamdulillah kerja sama dengan Katedral sudah bagus. Inilah keberagaman kebersamaan. Katedral yang biasa bisa Jam 6, jadi diundur jam 10. Demi Idul Fitri. Ini jadi contoh yang baik untuk menghormati keberagaman di Indonesia," terang Suntana.
"Halaman parkir gereja juga dapat digunakan untuk parkir bagi umat yang akan melakukan shalat id di Masjid Istiqlal jika dibutuhkan," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya