Akal bulus dipakai AA untuk merampas ponsel orang, di mana ia menuding mangsanya telah melecehkan adiknya. Aksi terakhirnya terekam CCTV dan videonya viral di media sosial. Tak lama, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk pelaku.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Winong Dalam, Kelurahan Sudimara Jaya, Ciledug, Kota Tangerang pada Minggu, 8 Februari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.
Dalam rekaman yang beredar, korban terlihat berjalan kaki. Tiba-tiba AA menghadang. Tanpa basa-basi, pelaku melontarkan tuduhan cabul. Korban kaget. Belum sempat membela diri, ia dipaksa ikut. Korban digiring ke lokasi yang lebih sepi.
Di situlah leher korban dicekik. Ponsel di tangannya dirampas. Setelah berhasil menguasai barang, pelaku kabur meninggalkan korban.
"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian satu unit handphone," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan, Minggu (22/2).
Tak terima, korban melapor ke SPKT Polda Metro Jaya. Laporan itu langsung ditindaklanjuti Tim Opsnal Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. "Kanit Resmob beserta Tim kemudian melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari olah TKP, observasi, hingga memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi," ujar dia.
Advertisement
Rekaman CCTV disisir. Dari kamera pengawas itulah wajah terduga pelaku terlihat jelas. Hasil penyelidikan mengerucut pada satu nama, AA.
Dia ditangkap di sebuah kontrakan di Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Kamis, 19 Februari 2026 sekitar pukul 04.00 WIB.
Tanpa banyak perlawanan, AA digelandang berikut barang bukti ke kantor Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Dia mengatakan, pengungkapan ini bentuk respons cepat atas laporan masyarakat. “Kami mengapresiasi langkah cepat tim di lapangan. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor bila mengalami atau mengetahui tindak pidana agar bisa ditindaklanjuti cepat,” ucap dia.
Advertisement
Dia mengingatkan warga agar tak ragu melapor bila menjadi korban kejahatan. Laporan bisa disampaikan melalui Call Center 110 atau mendatangi kantor polisi terdekat.
"Masyarakat bisa menghubungi Call Center 110 atau mendatangi kantor polisi terdekat," ucap dia.
Kini AA masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi mendalami kemungkinan adanya korban lain.