Sebuah unggahan viral di media sosial menunjukkan seorang wanita muda mengeluhkan sakit kepala yang tak kunjung sembuh selama dua tahun. Setelah menjalani fisioterapi selama enam bulan pasca operasi, hasil CT scan menunjukkan adanya tumor berukuran lebih dari dua sentimeter yang bersarang di otaknya.
Informasi yang beredar di akun Instagram @nyinyir_update_official menyebut, penyebab tumor tersebut diduga berkaitan dengan efek jangka panjang dari penggunaan suntik KB.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Jawa Tengah, dr Elhamangto Zuhdan, M.K.M menyatakan, pihaknya masih menelusuri keberadaan dan identitas penderita tumor otak yang dikabarkan berasal dari Pemalang.
"Infonya penderita asal Pemalang. Tapi identitas penderita masih kami telusuri. Di rumah sakit belum ditemukan," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (11/4).
Advertisement
Tumor Bisa Tumbuh Sebelum Penggunaan KB
Terkait dugaan hubungan antara suntik KB dan tumor otak, Elhamangto menegaskan, hingga kini belum ada penelitian yang secara signifikan membuktikan hubungan langsung keduanya.
"Jadi sifatnya masih asumtif, belum bisa dipastikan bahwa itu karena penggunaan KB. Artinya meski ada sampel menunjukkan adanya signifikan tapi ada faktor yang lain," ungkapnya.
Ia menambahkan, faktor penyebab tumor otak sangat beragam dan tidak bisa langsung dikaitkan dengan penggunaan alat kontrasepsi hormonal seperti suntik KB atau pil.
"Jadi belum bisa dikatakan pemberian KB suntik maupun hormonal ini sebagai penyebab tunggal terjadinya kasus tumor otak pada penderita," jelasnya.
Elhamangto juga menjelaskan, bisa saja tumor telah tumbuh sejak lama, bahkan sebelum penggunaan suntik KB dilakukan. Dalam banyak kasus, pertumbuhan tumor dan periode penggunaan KB hanya terjadi secara beririsan.
"Itu namanya sifatnya beririsan. Artinya periode tumor otak tumbuh, kemudian penderita pada periode pemberian KB suntik jangka panjang, ketika jangka panjang muncul pas tumor otaknya pada ukuran yang mengganggu," pungkasnya.