Ukuran Bayi Jadi Pemicu Utama Ambeien Ibu Hamil, Ini Penjelasan Dokter

Dokter spesialis bedah umum mengungkap fakta mengejutkan: ukuran bayi dalam kandungan menjadi penyebab utama ambeien ibu hamil. Simak penjelasan lengkapnya dan cara penanganannya agar tidak mengganggu kesehatan ibu.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ukuran Bayi Jadi Pemicu Utama Ambeien Ibu Hamil, Ini Penjelasan Dokter
Dokter spesialis bedah umum menjelaskan bagaimana besar bayi dalam kandungan menjadi pemicu utama ambeien ibu hamil, memengaruhi sirkulasi darah dan menyebabkan pembengkakan pembuluh darah vena. (AntaraNews)

Jakarta, 12 Januari 2026 – Ibu hamil kerap mengalami berbagai keluhan kesehatan, salah satunya adalah wasir atau ambeien. Kondisi ini ternyata memiliki kaitan erat dengan ukuran bayi dalam kandungan. Dokter spesialis bedah umum lulusan Universitas Indonesia, dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp. B, menjelaskan bahwa besar bayi menjadi pemicu utama ibu hamil mudah terkena ambeien.

Semakin besar ukuran janin, tekanan pada pembuluh darah vena di area panggul dan anus akan meningkat. Tekanan ini menghambat aliran balik darah vena, menyebabkan pembuluh darah melebar dan membentuk benjolan lunak.

Kondisi ambeien ini dapat mulai dirasakan sejak usia kehamilan di atas tiga bulan dan dapat memengaruhi sirkulasi dalam pembuluh darah ibu. Pelebaran pembuluh darah ini mirip dengan varises yang sering terlihat pada bagian kaki.

Dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp. B, menjelaskan bahwa ukuran bayi yang terus membesar di dalam perut menyebabkan backflow vena atau pembuluh darah balik tertahan. Akibatnya, darah tidak bisa kembali ke atas dan justru mengumpul ke bawah, sehingga pembuluh darah melebar di area anus.

Peningkatan ukuran tinggi dan berat bayi secara signifikan akan meningkatkan tekanan pada area panggul dan anus. Tekanan inilah yang membuat pembuluh darah di sekitar anus melebar, menyerupai varises.

Menurut dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah tersebut, wasir yang sudah terjadi tidak dapat hilang sepenuhnya. Pelebaran pembuluh darah pada area tertentu masih dapat menetap meskipun setelah persalinan.

Ambeien atau hemoroid sendiri didefinisikan sebagai pembengkakan pembuluh darah vena di sekitar anus atau rektum bagian bawah. Pada kondisi normal, pembuluh darah vena di anus akan menyalurkan darah kembali ke jantung, namun pada kasus wasir, darah menumpuk dan membentuk benjolan.

Banyak ibu hamil yang mengetahui kondisi ambeiennya ingin segera mendapatkan pengobatan di rumah sakit. Namun, dr. Franky menyarankan agar pengobatan dilakukan setelah persalinan selesai atau masa nifas berhenti. Hal ini bertujuan untuk memantau tingkat keparahan wasir lebih jauh.

“Makanya kalau ke ibu hamil saya suka bilang, ibu sembuh dulu, sampai bayinya lahir, sampai masa nifas selesai, kalau perlu sampai masa menyusui selesai, kita lihat seberapa kempes benjolannya,” ujar dr. Franky.

Selain itu, dr. Franky juga menekankan pentingnya ibu hamil menjaga tekanan dalam tubuhnya guna mengurangi perburukan kondisi wasir. Bagi ibu yang gemar berolahraga, disarankan untuk menghindari aktivitas seperti yoga dan angkat berat yang dapat menyebabkan mengejan terlalu keras.

Selain kehamilan, beberapa penyebab umum lain yang memicu terjadinya wasir meliputi mengejan terlalu keras saat buang air besar, duduk terlalu lama, dan obesitas. Mengelola faktor-faktor ini juga penting untuk pencegahan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi