Surabaya kembali menjadi saksi bisu kebahagiaan para punggawa Timnas Indonesia, khususnya bagi dua putra daerahnya, Rizky Ridho dan Marselino Ferdinan. Setelah sukses membantai Taiwan dengan skor telak 6-0 dalam laga FIFA Match Day, Jumat lalu, perasaan istimewa menyelimuti hati Rizky Ridho yang bermain penuh selama 90 menit di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Bagi Ridho, kembali ke kota kelahirannya, Surabaya, selalu menghadirkan sensasi yang tak tergantikan. Ungkapan 'sesuatu tidak pernah berubah, selalu ada sesuatu yang istimewa tentang bermain di kota asalmu' yang ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu, menggambarkan betapa mendalam ikatan emosionalnya dengan kota Pahlawan.
Perasaan serupa juga dirasakan oleh Marselino Ferdinan, mantan rekan setim Ridho di Persebaya, yang kini meniti karier di Eropa. Kembalinya mereka ke GBT, stadion yang seperti rumah sendiri bagi keduanya, menjadi momen reuni manis dengan para penggemar dan kenangan masa lalu.
Advertisement
Advertisement
Rizky Ridho, bek tangguh kelahiran Surabaya pada 21 November 2001, memiliki sejarah panjang dengan Stadion Gelora Bung Tomo. Sebelum membela Persija Jakarta, GBT adalah 'rumah' baginya saat ia dibesarkan oleh klub kebanggaan kota, Persebaya Surabaya, dari tahun 2018 hingga Juli 2023.
Meskipun sudah lama tidak bermain di GBT bersama Timnas, terakhir kali pada Juni 2023 saat laga persahabatan melawan Palestina yang berakhir 0-0, Ridho tetap merasa terhubung. "Sesuatu tidak pernah berubah, selalu ada sesuatu yang istimewa tentang bermain di kota asalmu," ungkap pemilik 46 penampilan untuk Indonesia itu, menegaskan betapa berartinya momen ini baginya.
Kemenangan telak atas Taiwan tentu menjadi kado manis bagi Ridho dan seluruh tim, sekaligus menjadi persiapan penting menjelang laga FIFA Match Day kedua. Ridho menutup unggahan Instagram-nya dengan antusias, "Sampai jumpa lagi di hari Senin", merujuk pada pertandingan selanjutnya melawan Lebanon yang secara di atas kertas lebih kuat.
Advertisement
Advertisement
Tidak hanya Rizky Ridho, Marselino Ferdinan juga turut merasakan kegembiraan yang sama saat kembali menginjakkan kaki di Stadion GBT. Pemain berusia 20 tahun yang kini memperkuat Oxford United di Inggris ini, sebelumnya juga merupakan bagian penting dari Persebaya sebelum hijrah ke KMSK Deinze di Belgia pada Januari 2023.
"Senang bisa kembali lagi (bermain di Surabaya)," kata Marselino, seperti dikutip dari Instagram pribadinya, Sabtu. Ungkapan singkat ini sudah cukup menggambarkan kebahagiaannya bisa kembali berlaga di hadapan publik Surabaya, kota yang membesarkan namanya.
Dalam pertandingan melawan Taiwan, Marselino Ferdinan tampil pada menit ke-65, menggantikan Egy Maulana Vikri. Kehadirannya di lapangan menambah daya gedor Timnas Indonesia, meskipun ia tidak mencetak gol, perannya dalam membangun serangan tetap vital bagi kemenangan skuad Garuda.
Advertisement
Advertisement
Stadion Gelora Bung Tomo bukan sekadar lapangan sepak bola biasa bagi Rizky Ridho dan Marselino Ferdinan. Lebih dari itu, GBT adalah saksi bisu perjalanan karier mereka sejak meniti mimpi di Persebaya hingga kini menjadi bintang Timnas Indonesia.
Kehadiran para pemain ini di kota kelahiran mereka tidak hanya membangkitkan semangat tim, tetapi juga menginspirasi generasi muda Surabaya untuk terus berjuang meraih impian di dunia sepak bola. Momen-momen seperti ini memperkuat ikatan antara pemain, klub, dan kota, menciptakan narasi yang kaya akan emosi dan kebanggaan.
Dukungan penuh dari suporter Surabaya di GBT juga menjadi faktor penting yang menambah motivasi para pemain. Atmosfer stadion yang membara selalu memberikan energi ekstra, menjadikan setiap pertandingan di kota ini terasa lebih istimewa dan penuh makna bagi para pemain Timnas.
Advertisement
Sumber: AntaraNews