Trivia ISA World Games: 4 dari 6 Peselancar Indonesia Lolos ke Babak Kedua di El Salvador

Tim Peselancar Indonesia menunjukkan performa gemilang di ISA World Surfing Games El Salvador. Empat dari enam atlet berhasil melaju ke babak kedua, siap hadapi persaingan ketat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia ISA World Games: 4 dari 6 Peselancar Indonesia Lolos ke Babak Kedua di El Salvador
Tim Peselancar Indonesia menunjukkan performa gemilang di ISA World Surfing Games El Salvador. Empat dari enam atlet berhasil melaju ke babak kedua, siap hadapi persaingan ketat. (Merdeka.com)

Tim nasional surfing Indonesia menunjukkan performa awal yang menjanjikan dalam ajang International Surfing Association (ISA) World Surfing Games 2025. Kompetisi bergengsi ini berlangsung di La Bocana, El Salvador, pada Sabtu, 6 September.

Enam atlet terbaik Indonesia turut serta dalam kejuaraan dunia ini, berjuang untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Hasil putaran pertama menunjukkan potensi besar tim Merah Putih.

Dari total enam peselancar Indonesia yang berlaga, empat di antaranya berhasil mengamankan tempat di babak kedua. Satu atlet masih menunggu jadwal pertandingan, sementara satu lainnya harus berjuang di babak repechage.

Performa Gemilang Peselancar Indonesia di Babak Awal

Beberapa peselancar Indonesia tampil memukau di putaran pertama, memastikan langkah mereka ke babak selanjutnya. Dhany Widianto menjadi salah satu yang bersinar, meraih posisi pertama di Heat 3. Ia mengumpulkan total 7,87 poin, mengungguli atlet Inggris, Filipina, dan British Virgin Islands.

Tidak kalah cemerlang, I Made Pajar Ariyana juga menunjukkan kemampuannya. Ia menempati posisi kedua di Heat 7 dengan total skor 8,57. Pajar bersaing ketat dengan peselancar dari Inggris, Vanuatu, dan British Virgin Islands.

Dua peselancar putri, Kailani Johnson dan Taina Izquierdo, juga sukses mengamankan tiket ke babak kedua. Keberhasilan mereka menambah daftar panjang atlet Indonesia yang berpeluang besar di ajang ini. Sementara itu, Hairil "Oney" Anwar masih belum bertanding dan akan segera menunjukkan aksinya.

Tantangan dan Persaingan Ketat di El Salvador

Meskipun meraih hasil positif, persaingan di ISA World Surfing Games diprediksi akan semakin ketat. Dhea Natasya, salah satu peselancar putri, harus berjuang di babak Repechage 1 setelah menempati posisi ketiga di Heat-nya. Babak ini menjadi kesempatan terakhir baginya untuk melanjutkan kompetisi.

Pelatih kepala tim nasional surfing Indonesia, Arya Subyakto, menyampaikan bahwa persaingan akan lebih sulit di babak kedua. "Persaingan di Babak 2 akan lebih ketat di nomor putri dan putra karena Amerika Tengah dan Selatan mengirimkan tim penuh mereka," ujar Arya Subyakto kepada ANTARA.

Subyakto juga menyoroti peningkatan kualitas atlet dari berbagai negara. "Kompetisi semakin ketat setiap tahun, baik di kategori putra maupun putri," tambah Subyakto. Ia menjelaskan bahwa banyak negara Eropa kini diperkuat oleh atlet keturunan dengan paspor ganda yang tinggal di Amerika Utara dan Selatan, menambah tingkat kesulitan kompetisi.

Pentingnya ISA World Surfing Games bagi Masa Depan Atlet

ISA World Surfing Games 2025 menarik perhatian peselancar top dunia, termasuk 22 atlet Olimpiade. Beberapa nama besar yang hadir antara lain peraih medali emas Paris 2024, Kauli Vaast dari Prancis, dan peraih medali perunggu Tokyo 2020, Amuro Tsuzuki dari Jepang. Kehadiran mereka menunjukkan prestise ajang ini.

Meskipun kejuaraan dunia tahun ini tidak secara langsung menjadi skenario kualifikasi Olimpiade, hasilnya sangat penting. Menurut International Surfing Association, hasil dari kompetisi ini akan membentuk seeding di masa depan. Hal ini berpotensi memengaruhi peluang atlet untuk lolos ke Olimpiade LA 2028.

ISA World Surfing Games 2025 diselenggarakan di El Salvador mulai tanggal 6 hingga 13 September. Puncak acara, yaitu babak final dan upacara penutupan, dijadwalkan pada tanggal 14 September.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi