Tokoh agama Maluku, Pendeta Elifas Tomix Maspaitella dan Ketua MUI Maluku Abdullah Latuapo, baru-baru ini menyerukan pentingnya dialog. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat di Ambon untuk mengedepankan komunikasi damai dalam menyampaikan aspirasi. Seruan ini bertujuan menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika yang ada.
Ajakan ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan menjaga perdamaian serta menghindari tindakan kekerasan saat unjuk rasa. Kedua tokoh menekankan bahwa musyawarah dan komunikasi adalah kunci utama. Hal ini demi mencari jalan keluar terbaik dari setiap persoalan yang dihadapi bersama.
Mereka menegaskan bahwa demokrasi sejati harus dibangun atas dasar saling menghormati dan memiliki. Dengan demikian, tidak boleh ada lagi korban atas nama demokrasi. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan proses pemulihan dan penegakan hukum berjalan efektif.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Pengendalian Diri dan Demokrasi Sehat
Pendeta Elifas Tomix Maspaitella, Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), menekankan pentingnya pengendalian diri. Ia menyatakan bahwa pengendalian diri menjadi kunci utama dalam menjaga situasi tetap kondusif. Hal ini memungkinkan proses pemulihan, termasuk penegakan hukum, dapat berjalan cepat dan efektif.
Menurutnya, aksi demonstrasi memang bagian sah dari sistem demokrasi yang berlaku. Namun, ia mengingatkan bahwa dialog terbuka dan pembangunan komitmen bersama adalah wujud nyata demokrasi yang sehat. Masyarakat Maluku sebaiknya memilih cara-cara damai ini.
Pendeta Elifas juga mengajak pemerintah, legislatif, yudikatif, serta TNI/Polri untuk aktif menjumpai elemen sosial dan pemuda. Tujuannya adalah mendengar aspirasi mereka secara langsung. Ini penting untuk membangun komitmen bersama demi kemajuan Maluku dan Indonesia secara keseluruhan.
Advertisement
Ia secara khusus mendorong masyarakat untuk menjadikan semangat "hidup orang basudara" sebagai nilai utama. Semangat ini krusial dalam menjaga stabilitas serta kedamaian di Maluku, khususnya di Kota Ambon. "Fokus pada tujuan, jangan membuka ruang sekecil apapun untuk disusupi," tegasnya, mengingatkan tanggung jawab bersama menjaga kondusivitas daerah.
Advertisement
Menjaga Persatuan dan Kesatuan Melalui Dialog
Senada dengan Pendeta Elifas, Ketua MUI Maluku Abdullah Latuapo juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kedamaian. Ia menegaskan hal ini sangat krusial di tengah situasi sosial yang sedang berlangsung. Pesan ini menguatkan seruan untuk Dialog Aspirasi Maluku yang damai.
Abdullah Latuapo menyatakan bahwa setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat. Namun, ia menekankan bahwa hak tersebut harus dilakukan dengan cara yang damai. Selain itu, penyampaian aspirasi juga harus disertai rasa hormat terhadap sesama.
"Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita harus selalu mengutamakan prinsip persatuan dan kesatuan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa dalam setiap perbedaan pendapat, harus ada jalan tengah yang mengedepankan kedamaian. Ini juga harus diiringi dengan rasa saling pengertian antar sesama.
Advertisement
Ia memperingatkan agar perbedaan pendapat tidak justru memperburuk situasi atau mengarah pada konflik terbuka. Kedua tokoh agama ini sepakat bahwa dialog adalah jembatan untuk mencapai solusi. Hal ini sekaligus memperkuat ikatan kebangsaan di Maluku.
Sumber: AntaraNews