Transportasi Umum Rentan Penyebaran Covid-19, YLKI Usul Terapkan Konsep Nirsentuh
Merdeka.com - Sarana dan prasarana transportasi publik menjadi salah satu tempat yang sangat rentan sebagai pusat penyebaran Covid-19. Karena tingginya mobilitas masyarakat saat memakai moda transportasi umum, jadi satu persoalan yang harus diatasi.
Diketahui bahwa penyebaran virus Corona yang paling utama melalui droplet ketika percikan cairan keluar dan memasuki mulut, hidung, maupun mata. Namun, pada droplet Covid-19 dapat menempel di permukaan benda selama beberapa waktu.
Oleh sebab itu, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo menilai di masa pandemi Covid-19 saat ini adalah waktu yang tepat untuk memulai metode handfree (nirsentuh) pada layanan transportasi umum.
"Jadi selama ini sarana dan prasarana transportasi umum yang ada itu belum didesain dengan konsep handfree (nirsentuh), bebas dari sentuhan tangan. Konsep ini sangat penting ketika Covid-19 ini," ujar Sudaryatmo saat diskusi daring, Sabtu (13/6).
Dia menilai konsep bebas sentuhan tangan menjadi salah satu cara menghilangkan potensi penularan Covid-19, saat memakai sarana prasarana transportasi umum.
"Sederhananya, jadi kalau kita bicara toilet umum. Itu di toilet, tidak ada pintu utama, jadi hanya menggunakan modifikasi desain leter L atau U. Kemudian ketika di tempat cuci tangan kerannya sudah memakai sensor, bahkan di sabun cair juga memakai sensor kalau konsep yang full. Jadi tidak ada sentuhan tangan," terangnya.
Menurutnya, di saat pandemi ini fasilitas-fasilitas yang mewajibkan adanya sentuhan cukup berisiko sebagai media penularan Covid-19. Karena banyak tangan orang yang menyentuh media tersebut.
"Ini menjadi catatan bagi operator transportasi untuk mendesain, sarana prasarana itu dengan konsep bebas sentuhan tangan. Semisal di bandara itu, rata-rata sudah terapkan itu," ujarnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya