Tragedi Rumah Tangga di Medan: Suami Bunuh Istri Usai Ditolak Berhubungan Intim, Pelaku Tidur Semalaman di Samping Jenazah
Seorang pria berinisial AS dengan kejam mengakhiri hidup istri keduanya, MW, hanya karena persoalan sepele terkait hasrat seksual yang tidak terpenuhi.
AS, pria di Medan tega berbuat keji terhadap istri yang seharusnya ia lindungi. AS tega membunuh istrinya lantaran ajakan berhubungan intim ditolak.
Peristiwa tragis ini terjadi di Medan, Sumatera Utara pada Jumat dini hari (31/10). Yang lebih menyedihkan, pelaku sempat tidur di samping jenazah istrinya dan berusaha bersandiwara seolah tidak terjadi apa-apa.
Peristiwa itu bermula ketika AS meminta MW untuk memijat tubuhnya di ruang tamu. Setelah sesi pijat tersebut, keduanya kemudian masuk ke kamar untuk beristirahat. Di dalam kamar, AS mencoba mengajak MW untuk berhubungan intim.
Sayangnya, MW menolak permintaan suaminya dengan alasan merasa lelah setelah memijat. Penolakan ini ternyata memicu amarah besar dalam diri AS, sehingga ia meninggalkan korban sendirian di kamar sebelum kembali dengan niat jahat.
Untuk menutupi jejaknya, AS dengan sengaja mematikan lampu kamar dan memutus saklar kamera CCTV yang terpasang di ruangan tersebut. Dalam kegelapan, ketika MW sudah tertidur pulas, AS naik ke ranjang dan mendekati istrinya. Tanpa belas kasihan, ia membekap wajah MW dengan bantal. Meskipun korban sempat melawan dan memberikan perlawanan, yang terlihat dari adanya luka cakar pada tubuh pelaku, kekuatan AS tak tertandingi. Akhirnya, MW menghembuskan napas terakhirnya.
Ironisnya, jeritan minta tolong dari MW sempat terdengar oleh kedua anak mereka yang masih balita yang berada di kamar sebelah.
Pelaku Tidur di Samping Jenazah Istrinya
Lebih mengerikan lagi, setelah memastikan bahwa istrinya telah meninggal, AS tanpa merasa bersalah justru berbaring di samping jenazah korban dan tidur hingga pagi hari. Ketika pagi tiba, AS memulai sandiwara dengan berpura-pura panik dan menghubungi mertuanya untuk memberi tahu bahwa MW sudah tidak bergerak lagi. Namun, sebagaimana pepatah mengatakan, "sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga."
Awalnya, pelaku berdalih bahwa ia tidak melakukan pembunuhan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV dan ditemukan luka cakar di tubuh pelaku, AS akhirnya mengakui perbuatannya.
"Awalnya pelaku berdalih tidak melakukan pembunuhan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan rekaman CCTV dan ditemukannya luka cakar di tubuh pelaku, AS akhirnya mengakui perbuatannya," ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Calvin Simanjuntak, Minggu sore (28/12).
Polisi kemudian menangkap AS beserta barang bukti yang berupa bantal yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban. Kini, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi atas dugaan pembunuhan berencana.