Ratusan warga Kampung Umbul Kapuk, Kota Serang, Banten, menunjukkan antusiasme luar biasa dalam merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Mereka menggelar tradisi tahunan "Panjang Mulud" secara meriah, sebuah wujud kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga sarana mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Tradisi "Panjang Mulud" ini merupakan hasil kesepakatan bersama melalui musyawarah dengan para tokoh masyarakat dan pengurus lingkungan setempat. Keterlibatan penuh dari seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci utama kesuksesan acara ini setiap tahunnya. Semangat kebersamaan ini terlihat dari partisipasi sekitar 150 keluarga di wilayah tersebut.
Kegiatan ini diawali dengan doa bersama yang khusyuk pada Ahad pagi, dihadiri oleh warga dan tokoh masyarakat sekitar. Puncak perayaan "Panjang Mulud" adalah arak-arakan "panjang", yaitu berbagai jenis makanan dan kebutuhan pokok yang dihias indah. Isi dari "panjang" ini nantinya akan dibagikan kepada warga dalam sebuah tradisi yang dikenal sebagai "ngeropok".
Advertisement
Advertisement
Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Arosia, Selamat Hidayat, mengungkapkan bahwa seluruh warga di wilayahnya menunjukkan semangat dan kekompakan yang luar biasa. Partisipasi aktif dari sekitar 150 keluarga menjadi bukti nyata antusiasme masyarakat. Tradisi ini telah menjadi kegiatan rutin tahunan yang selalu dinantikan.
Keterlibatan masyarakat secara penuh menjadi fondasi utama keberhasilan perayaan ini. Baik warga yang mampu maupun yang kurang mampu, semua berupaya untuk ikut serta dalam tradisi "Panjang Mulud". Mereka menganggap partisipasi ini sebagai bentuk pemenuhan spiritual pribadi dan wujud rasa syukur.
Musyawarah mufakat antara tokoh masyarakat dan pengurus lingkungan menjadi dasar pelaksanaan tradisi ini. Hal ini memastikan bahwa seluruh elemen masyarakat merasa memiliki dan bertanggung jawab atas kelestarian budaya. Semangat gotong royong terjalin erat dalam setiap tahapan persiapan hingga pelaksanaan acara.
Advertisement
Advertisement
Tradisi "Panjang Mulud" memiliki makna mendalam sebagai salah satu bentuk ekspresi kesetiaan dan cara umat memuliakan Nabi Muhammad SAW. Nabi adalah panutan bagi seluruh umat Islam, sehingga perayaan ini menjadi momentum penting untuk meneladani ajaran beliau. Kegiatan ini juga menjadi simbol persatuan dan kebersamaan.
Rangkaian perayaan diawali dengan kegiatan doa bersama yang berlangsung tertib dan lancar. Doa bersama ini menjadi pembuka spiritual sebelum puncak acara. Kehadiran warga dan tokoh masyarakat dalam sesi doa menunjukkan kekompakan dan keseriusan mereka dalam merayakan hari besar Islam ini.
Puncak dari perayaan "Panjang Mulud" adalah arak-arakan "panjang" yang berisi berbagai jenis makanan dan sembako. Barang-barang ini disusun dan dihias sedemikian rupa, menciptakan pemandangan yang menarik. Setelah diarak, isi dari "panjang" tersebut akan dibagikan kepada warga melalui tradisi "ngeropok".
Advertisement
Tradisi "ngeropok" memungkinkan masyarakat, bahkan dari luar kampung, untuk ikut serta mendapatkan berkah dari perayaan Maulid. Ini menunjukkan inklusivitas dan semangat berbagi yang kental dalam budaya lokal. Berkah yang dibagikan tidak hanya berupa materi, tetapi juga kebahagiaan dan kebersamaan.
Sumber: AntaraNews