Todongkan Senpi ke Sopir, 2 Rampok Cegat Truk Angkut Rokok Senilai Rp 1,5 M

Kamis, 11 April 2019 02:03 Reporter : Abdullah Sani
Todongkan Senpi ke Sopir, 2 Rampok Cegat Truk Angkut Rokok Senilai Rp 1,5 M Ilustrasi Penodongan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua orang pelaku perampokan mobil boks bermuatan rokok milik PT Sampoerna senilai Rp 1,5 miliar di Riau dibekuk polisi. Dalam aksi ini, diduga ada 10 orang pelaku yang terlibat, namun baru dua sebagai eksekutor yang ditangkap.

"Dua orang pelaku ini beraksi menggunakan senjata api dan mengancam korbannya saat melakukan aksi perampokan truk berbentuk boks tersebut," ujar ‎Kanit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau Kompol Julius Sitanggang, Rabu (10/4).

Julius menyebutkan, peristiwa itu terjadi pada pertengahan bulan Maret 2019 lalu. Para pelaku menggunakan kendaraan roda empat, mencegat mobil boks bermuatan rokok milik PT Sampoerna di daerah Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

"Setelah sopir berhenti, pelaku masuk ke dalam mobil boks itu dan mengancam sopir truk menodongkan senjata api. Sopir menyerah lalu diikat dan diturunkan di perkebunan sawit," kata Julius.

Pelaku membawa kabur mobil tersebut, sementara sopir mencari bantuan dan mengadukan kejadian itu ke pimpinan Sampoerna di Riau. Setelah itu, pihak PT Sampoerna melaporkan kejadian tersebut ke Polda Riau.

"Petugas langsung melakukan penyelidikan, dan diduga pelaku ada 10 orang. Para pelaku disinyalir sudah profesional dan kerap berkasi di berbagai provinsi," katanya.

Petugas mendapat informasi keberadaan pelaku di Medan, Sumatera Utara. Kemudian polisi melakukan pengejaran ke Medan. Di sana, polisi menangkap pelaku yaitu Jefriando. Kemudian dilakukan pengembangan dan kembali menangkap pelaku lain, yakni Fuad.

"Kedua tersangka merupakan residivis kasus yang sama dan baru keluar dari penjara 2 tahun belakangan. Mereka hanya sebagai eksekutor. Tidak tahu kalau barang dijual kemana. Mereka juga mengaku diupah Rp25 juta per orang," jelasnya.

Tak lama kemudian, polisi menemukan boks milik PT Sampoerna yang sempat dilarikan pelaku. Mobil itu ditemukan di perbatasan Kampar-Rohul, namun boks nya tidak ada karena sudah dijual pelaku," terang Julius.

Polisi juga mendapatkan informasi bahwa 3 orang pelaku lainnya sudah diamankan oleh Polres Bireuen, Aceh. Karena sebelum beraksi di Riau mereka beraksi di sana.

"Saat ini masih ada 5 lain yang belum ditangkap, mereka kita tetapkan sebagai buronan termasuk otak komplotan pelaku," pungkasnya. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Pencurian
  2. Perampokan
  3. Pekanbaru
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini