Sekitar 250 tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya, kota Pekanbaru melarikan diri, Jumat (5/5). Penyebabnya diduga dipicu kekecewaan terhadap kurangnya pelayanan dari pihak sipir Rutan.Menurut informasi, selain diperlakukan tidak manusiawi, terdapat pungutan liar di Rutan tersebut. Sebelum kabur, para tahanan sempat melakukan unjuk rasa di dalam Rutan. Selanjutnya, mereka mengambil tiang jemuran dan mendobrak gerbang samping Rutan.Selanjutnya ratusan tahanan melakukan kekerasan dengan menganiaya dan menyandera penjaga rutan. Kemudian, gerbang Rutan dibuka paksa dengan tiang jemuran, sehingga memudahkan mereka untuk kabur. "Jumlah yang kabur sekitar 250 orang tahanan. Hingga sore ini, yang tertangkap ada beberapa sekitar 120 orang," ujar Wakapolda Riau Brigjen Pol Ermi Widyanto.
Penghuni Rutan yang kabur ada yang mengenakan pakaian biasa dan ada yang berseragam tahanan. Mereka menyebar ke sejumlah lokasi, termasuk lingkungan rumah warga.Pantauan merdeka.com di lapangan, dua Satuan Setingkat Kompi dari Brimob Polda Riau dan 100 personel Polresta Pekanbaru dibantu 100 personel TNI masih melakukan pengamanan. Warga sekitar Rutan juga berjaga-jaga di lokasi dengan membawa kayu berbagai ukuran.Kapasitas Rutan sebenarnya hanya 361 orang tahanan, sementara diisi sebanyak 1.800 tahanan yang masih dalam proses hukum di persidangan. Mereka merupakan warga binaan penghuni Rutan."Iya informasinya tahanan merasa tidak puas atas pelayanan petugas Rutan. Kemudian terjadi insiden dan mereka kabur," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Wilayah Riau Ferdinan Siagian.Saat ditanya adanya informasi pungutan liar di dalam Rutan, Ferdinan belum bisa memastikan sebab dirinya masih berada di Jakarta. "Belum bisa dipastikan informasi itu, saya masih ada rapat di Jakarta," katanya.Ferdinan tidak menampik adanya kelebihan kapasitas. "Seluruh lapas di Indonesia ini over kapasitas termasuk Rutan Sialang bungkuk. Sekarang ada 1.800 tahanan di sana, seharusnya kapasitas hanya 300-an orang," ucapnya.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Zulkarnain Adinegara mengatakan, pihaknya mengerahan 300 polisi dari Brimob Polda Riau dan Polresta Pekanbaru dibantu 100 personel TNI. Polisi fokus mengamankan kondisi Rutan untuk mengantisipasi keributan agar tidak terjadi."Sebagian polisi menjaga Rutan Sialang bungkuk, sebagian lain mencari tahanan yang kabur. Sampai saat ini, ada 100 lebih tahanan yang berhasil ditangkap," kata Kapolda.Menurut Zulkarnain, tidak ada aksi pembakaran di Rutan dan situasi di sana sudah kondusif. Pihaknya fokus menjaga Rutan dan. Namun aksi lemparan batu dari dalam Rutan sempat terjadi beberapa saat hingga berhasil diamankan polisi."Saat ini kondisi rutan sudah kondusif, tidak lagi terjadi keributan. Iya warga juga ikut melakukan upaya penangkapan," ucap Kapolda.
Advertisement