TNI di Perbatasan Malaysia Sita 7 Kubik Kayu Bengkirai Hasil Pembalakan Liar

Sabtu, 16 Februari 2019 04:09 Reporter : Saud Rosadi
TNI di Perbatasan Malaysia Sita 7 Kubik Kayu Bengkirai Hasil Pembalakan Liar Kayu Bengkirai hasil pembalakan liar di hutan Kalimantan Utara. ©2019 foto : Korem 091/ASN

Merdeka.com - Satgas TNI Pamtas RI-Malaysia bersama Polhut Kementerian Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara, menyita 7 kubik kayu bengkirai hasil pembalakan liar hutan lindung Desa Binusan, Nunukan, Kalimantan Utara. Pelakunya berhasil kabur.

Penyitaan itu dilakukan Kamis (7/2) lalu, saat patroli rutin pengamanan hutan lindung gabungan. Diperlukan waktu hampir sepekan ini, untuk kembali keluar dari hutan, dan menyerahkan barang bukti ke Polhut Kementerian Kehutanan Provinsi Kaltara.

"Patroli bersama ini, untuk menekan dan meminimalisir maraknya kegiatan illegal logging, yang sering terjadi di hutan lindung," kata Wakil Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 613/Raja Alam, Kapten Inf Fadliansyah, kepada merdeka.com, Jumat (15/2).

Fadliansyah menerangkan, kayu olahan hasil pembalakan liar yang berhasil disita, berjumlah 7 kubik, dengan jenis kayu bengkirai, yang menjadi jenis kayu khas hutan tropis Kalimantan.

"Jadi saat tim bergerak menyisir ke dalam hutan, kita temukan adanya tumpukan kayu yang tidak dilengkapi dokumen, diduga hasil illegal logging. Terus kita sisir, tidak ada pemiliknya di lokasi itu," ujar Fadliansyah.

kayu bengkirai hasil pembalakan liar di hutan kalimatan utara

Kayu Bengkirai hasil pembalakan liar di hutan Kalimantan Utara ©2019 foto : Korem 091/ASN

"Awalnya memang masyarakat yang mengabarkan, melaporkan ke kita, bahwa kegiatan ilegal logging, masih marak di wilayah hutan lindung Desa Binusan," ujar Fadliansyah.

Tim gabungan lantas menyita kayu bengkirai hasil pembalakan liar tanpa pemilik itu. Setelah dibawa keluar hutan, barang bukti kayu itu diserahkan ke Polhut Kementerian Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara.

"Ada berbagai ukuran kayu bengkirai yang kami sita. Barang bukti itu kita serahkan ke Polhut, untuk penanganan lebih lanjut," pungkas Fadliansyah. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini