TNI AL dan Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 150 Gram Sabu Senilai Rp150 Juta di Perairan Sebatik

Setelah melakukan konsolidasi dan menentukan titik penyekatan, tim gabungan bergerak ke jalur perlintasan yang dicurigai.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
TNI AL dan Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 150 Gram Sabu Senilai Rp150 Juta di Perairan Sebatik
TNI AL dan Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 150 Gram Sabu Senilai Rp150 Juta di Perairan Sebatik (Merdeka.com)

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan bersama aparat gabungan menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu di perairan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (20/1). Narkotika tersebut diduga berasal dari Tawau, Malaysia.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi intelijen mengenai rencana masuknya narkotika melalui jalur laut Sebatik. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Quick Response (QR) Lanal Nunukan berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Nunukan, Bea Cukai Nunukan, serta Satuan Tugas Badan Intelijen Strategis (Bais) untuk melaksanakan operasi terpadu.

Setelah melakukan konsolidasi dan menentukan titik penyekatan, tim gabungan bergerak ke jalur perlintasan yang dicurigai. Pada Selasa dini hari, tim mendeteksi sebuah longboat mencurigakan yang melintas di Alur Sungai Tembaring, Sebatik. Longboat tersebut kemudian dihentikan, namun dua orang terduga melompat ke laut dan berupaya melarikan diri ke kawasan bakau.

Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan satu orang terduga, sementara satu terduga lainnya melarikan diri. Di sekitar lokasi penangkapan, tim menemukan sebuah kotak yang mengapung di perairan.

Setelah diperiksa, kotak tersebut berisi tiga bungkus narkotika jenis sabu-sabu dengan berat total sekitar 150 gram dan nilai taksiran mencapai Rp150 juta.

Terduga pelaku beserta barang bukti selanjutnya dibawa ke Mapolres Nunukan untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Hasil Tes Positif

Hasil pengujian awal menggunakan alat narkotest menunjukkan barang bukti positif mengandung metamfetamin.

Sinergi TNI-Polri

Keberhasilan ini menjadi bagian dari sinergi TNI AL bersama Polri, Bea Cukai, dan unsur intelijen dalam menjaga wilayah perbatasan laut Indonesia dari ancaman peredaran narkotika. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan komitmen TNI AL untuk terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap berbagai bentuk kejahatan lintas negara demi menjaga kedaulatan dan keamanan maritim nasional.

Rekomendasi