Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi pelatihan pendidikan Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan negara berbasis kesemestaan.
Kesiapan ini disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak usai Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (11/2).
"Jadi kalau apa yang kami punya, nanti petunjuknya bagaimana, kita siapkan semaksimal mungkin apa yang kita bisa," kata Maruli kepada wartawan.
Ia menilai Angkatan Darat memiliki fasilitas pelatihan yang paling memadai dibandingkan matra lainnya.
"Jadi memang yang paling punya banyak fasilitas untuk berlatih saya kira Angkatan Darat," sambungnya.
Advertisement
Kebijakan Teknis di Mabes TNI
Meski demikian, Maruli menegaskan bahwa keputusan teknis pelaksanaan program tetap berada di bawah kewenangan Markas Besar (Mabes) TNI. Sebab, pelatihan Komcad juga berpotensi melibatkan matra lain, yakni TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara.
"Ya kemungkinan besar akan begitu, cuma kebijakan ini saya kira dari Mabes TNI nanti. Mungkin lebih detail ditanya ke Mabes TNI. Kami nanti perencanaan ini kan pasti nanti pelaksanaannya dilakukan oleh Darat, Laut, dan Udara," ujarnya.
Dengan demikian, TNI AD lebih berperan sebagai penyedia sarana dan pelaksana teknis di lapangan sesuai arahan komando atas.
Advertisement
4.000 ASN Ikuti Tahap Awal Pendidikan Komcad
Sebelumnya, pemerintah memastikan ribuan ASN akan mengikuti pendidikan Komcad sebagai bagian dari penguatan pertahanan nasional. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/2).
Menurut Donny, pelibatan ASN dalam Komcad merupakan wujud konsep pertahanan semesta yang melibatkan seluruh elemen bangsa. Pada tahap awal, sebanyak 4.000 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga akan mengikuti pendidikan.
"Dan kita akan harapannya bisa menjadikan seluruh ASN Komcad, tapi ini di awal ini kita akan mulai dengan 4.000 ASN yang akan kita didik Komcad dari semua kementerian, 49 K/L itu kita sudah minta," kata Donny kepada wartawan.
Advertisement
Seleksi Peserta dari Setiap Kementerian
Setiap kementerian dan lembaga nantinya diminta mengusulkan nama-nama ASN yang akan mengikuti pelatihan. Namun, peserta tetap harus melalui proses seleksi untuk memastikan kelayakan.
"Mereka akan memberikan namanya, nanti akan kita seleksi memenuhi syarat, baru kita mulai program tersebut," ujarnya.
Program ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan sumber daya manusia sipil dalam mendukung pertahanan negara, sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam sistem pertahanan nasional.