Tim DVI Ungkap Ciri 2 Jenazah Korban Kebakaran Glodok Plaza, Ini Penjelasan RS Polri

Tim DVI Polri rampung memeriksa delapan kantong jenazah yang diterima Rumah Sakit Polri

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Tim DVI Ungkap Ciri 2 Jenazah Korban Kebakaran Glodok Plaza, Ini Penjelasan RS Polri
Rumah Sakit Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri (RS Polri) Kramat Jati, Jakarta Timur mengunjungi tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran Glodok Plaza, Taman ... (© 2025 planet.merdeka.com)

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri rampung memeriksa delapan kantong jenazah yang diterima Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Senin (20/1). Hasil pemeriksaan, terdapat dua jenazah yang berhasil dicirikan.

Kabid Yandokpol RS Polri Kombes Hery Wijatmoko menerangkan tim ahli antropologi forensik menyatakan ditemukan dua jenazah dengan jenis kelamin perempuan. Diperkirakan jenazah berusia dewasa muda. Hal ini setelah dilakukan analisis dari tulang dan gigi korban.

"Kami bisa menentukan ada dua jenazah dengan jenis kelamin perempuan, dengan usia dewasa muda. Tapi nanti kita bisa tracing lagi pakai sistem antropologi, kita dewasa muda sampai 40 ya," ujar dia kepada wartawan, Senin (20/1).

Hery menekankan, dua yang disebutkan berdasarkan hasil deskripsi kondisi jenazah. Sementara itu, identifikasi memerlukan pemeriksaan DNA.

Namun dengan temuan ini, Hery berharap proses pemeriksaan DNA bisa dipercepat, mengingat jenis kelamin korban telah diketahui.

"Kemudian tinggal cocokan dengan data yang dari 19 pembanding itu," ucap dia.

Tim DVI Polri juga berhasil mendapatkan data-data postmortem korban kebakaran. Sebanyak 22 sampel diperoleh dari total 8 kantong jenazah yang diterima.

Hery menerangkan, Pihaknya telah rampung memeriksa delapan kantong jenazah. "Kami sudah mengirimkan kurang lebih 22 sampel untuk perusahaan DNA dari delapan kantong jenazah tersebut," beber dia.

Sementara itu, pihaknya juga menerima data ante mortem dari keluarga korban. Total, ada 14 keluarga yang telah menyerahkan data ante mortem ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati.

Dia mengatakan, pihaknya kemudian akan mencocokan data ante mortem dan post mortem. Diharapkan, akan mendapatkan titik terang terkait dengan identitas korban yang belum teridentifikasi.

"Jadi ada ante mortem dan post mortem. Semoga aja beberapa waktu saat ke depan sudah ada hasil," ujar dia.

DVI Polri ikut turun membantu pencarian korban yang dilaporkan hilang usai kebakaran. Hery menuturkan, kemungkinan ada korban yang belum dievakuasi sangat terbuka, karena kebakaran masuk kategori open disaster, sehingga jumlah korban belum dapat diketahui secara pasti.

"Kejadian ini merupakan bencana terbuka (open disaster), yang berarti masih mungkin ada korban yang belum teridentifikasi atau bahkan keluarga yang belum mengetahui, bahwa anggota keluarganya menjadi korban," kata dia.

Hery mengatakan, tim yang terdiri dari ante mortem, post mortem dan penyidik Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat pagi tadi mengadakan rapat dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada tim pencarian mengenai proses evakuasi, serta untuk memastikan bahwa pencarian ke depan akan lebih terarah.

"Sehingga diharapkan nanti apa yang ditemukan ke depan, itu bukan dari tempat TKP yang kemarin ditemukan lagi, supaya tidak terjadi duplikasi atau nanti kita belum menyentuh dari bagian bagian dari TKP yang lantai 8 dan seterusnya, sehingga kita bisa membantu bagaimana mengevakuasi body part di TKP yang dengan kondisi yang terbakar habis," ujar dia.

DVI Polri ikut turun membantu pencarian korban yang dilaporkan hilang usai kebakaran. Hery menuturkan, kemungkinan ada korban yang belum dievakuasi sangat terbuka, karena kebakaran masuk kategori open disaster, sehingga jumlah korban belum dapat diketahui secara pasti.

"Kejadian ini merupakan bencana terbuka (open disaster), yang berarti masih mungkin ada korban yang belum teridentifikasi atau bahkan keluarga yang belum mengetahui, bahwa anggota keluarganya menjadi korban," kata dia.

Hery mengatakan, tim yang terdiri dari ante mortem, post mortem dan penyidik Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat pagi tadi mengadakan rapat dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada tim pencarian mengenai proses evakuasi, serta untuk memastikan bahwa pencarian ke depan akan lebih terarah.

"Sehingga diharapkan nanti apa yang ditemukan ke depan, itu bukan dari tempat TKP yang kemarin ditemukan lagi, supaya tidak terjadi duplikasi atau nanti kita belum menyentuh dari bagian bagian dari TKP yang lantai 8 dan seterusnya, sehingga kita bisa membantu bagaimana mengevakuasi body part di TKP yang dengan kondisi yang terbakar habis," ujar dia.

Rekomendasi