Tewas Tersambar Kereta Api, Mimpi Sukirjo Beli Sapi pun Kandas

Saat melintasi perlintasan tanpa palang di Gancahan, teman korban, Pawiro sempat turun dari sepeda motor yang dikendarai oleh korban. Saat turun itu, Pawiro sempat menasehati korban bahwa akan ada kereta yang lewat. Namun, kata Herry, nasehat dari Pawiro ini tak ditanggapi oleh korban.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tewas Tersambar Kereta Api, Mimpi Sukirjo Beli Sapi pun Kandas
Ilustrasi mayat. ©2012 Merdeka.com

Sukirjo (60) warga Dusun Beji, Desa Sidoarum, Kecamatan Godean tewas tersambar kereta api di perlintasan Dusun Gancahan VIII Desa Sidomulyo Kecamatan Godean Sleman, Jumat (1/2). Sukirjo tersambar kereta saat akan menyeberang perlintasan menggunakan sepeda motor.

Kapolsek Godean Kompol Herry Suryanto mengatakan kecelakaan ini bermula saat korban dan seorang temannya Pawiro Sukarto mengendarai sepeda motor, ingin melintas di perlintasan kereta api.

"Korban berboncengan dengan temannya akan ke Pasar Hewan di Gamping. Korban ingin membeli sapi," ujar Herry kepada wartawan, Jumat (1/2).

Saat melintasi perlintasan tanpa palang di Gancahan, teman korban, Pawiro sempat turun dari sepeda motor yang dikendarai oleh korban. Saat turun itu, Pawiro sempat menasehati korban bahwa akan ada kereta yang lewat.

Namun, kata Herry, nasehat dari Pawiro ini tak ditanggapi oleh korban. Akhirnya, melintaslah kereta api Argo Lawu jurusan Solo-Jakarta dari arah timur. Korban langsung tertabrak kereta api.

Mengetahui rekannya tertabrak kereta api, Pawiro pun segera pulang dan memberitakan kabar duka ke pihak keluarga. Kemudian peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Godean.

"Korban tewas di lokasi kejadian. Korban mengalami luka parah di bagian kepala. Korban pun kemudian dibawa ke RS Sardjito untuk proses identifikasi," tutup Herry.

Rekomendasi