Polres Bengkulu Selatan meringkus pelaku penganiayaan yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka. Peristiwa penganiayaan itu terjadi di Desa Tanjung Tebat, Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu, pada Minggu (19/10) sekira pukul 15.00 WIB.
Tak hanya Alfathir Three, sang ibu Risi Wulandari (39) dan kakaknya Nia (14) turut menjadi korban. Namun sayang nyawa Alfathir meninggal dunia akibat parahnya luka yang diterima.
Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Awilzan mengatakan pelaku berhasil ditangkap pada Senin (20/10/2025) sekira Pukul 00.30 WIB.
"Sebelum berhasil mengamankan pelaku, anggota sudah melakukan penyisiaran di persawahan dan perkebunan sawit di seputaran Desa Tanjung Tebat," katanya, Selasa (21/10).
Lantaran tak juga ketemu, pihaknya pun memutuskan untuk mengecek kembali kediaman pelaku. Pelaku sendiri merupakan tetangga korban.
"Saat mencoba membuka kamar pelaku ditemukan pelaku yang tidur dengan senjata tajam yang ada di samping badannya," ungkap Awilzan.
Tak menunggu lama, pelaku pun langsung ditangkap dan dibawa ke Polres Bengku Selatan untuk dilakukan pemeriksaan.
"Kami juga mengamankan satu bilang senjata tajam berupa golok yang diduga dipakai untuk menganiaya korban," tambah Awilzan
Pihaknya masih menyelidiki motif pelaku. Sebab, pelaku memberikan keterangan yang tak jelas karena diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Advertisement
"Sementara masih diamankan di rutan polres sembari menunggu perkembangan hasil observasi dari dinas kesehatan daerah, untuk motif belum diketahui karena pelaku masih belum normal," tandasnya.
Sebelumnya, seorang balita laki-laki bernama Alfathir Three (2,5) tewas dibacok oleh tetangganya pada Minggu (19/10) sekira pukul 15.00 WIB di Desa Tanjung Tebat, Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu.
Tak hanya Alfathir Three, sang ibu Risi Wulandari (39) dan kakaknya, Nia (14), turut menjadi korban.