DSK (44) pegawai Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menjadi korban pembacokan orang tak dikenal (OTK) mengaku tidak ada masalah dengan siapapun.
Dia sempat bertemu dengan rekannya di sebuah coffe shop kawasan Jakarta Selatan sebelum pulang ke rumahnya pada Sabtu (24/5) dini hari.
“Kalau untuk masalah korban tidak ada menyampaikan apa-apa begitu, juga kami dapatkan informasi dari saksi lain bahwa di lingkungan korban terkenal baik, tidak ada problem,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Bambang Prakoso, Rabu (28/5).
Fakta baru yang didapat, korban berteduh dari hujan usai pulang kerja pada Jumat (23/5) pukul 21.00 WIB. Dia mengobrol dengan rekannya sampai menunggu hujan reda.
Pada Sabtu (24/5) dini hari pukul 02.30 WIB, korban pulang ke rumahnya di Pengasinan, Sawangan, Depok. Namun di tengah jalan dia dibacok OTK.
"Jadi hasil dari keterangan korban pasca pulang dari kantor beliau ada mampir di sebuah warung kopi di wilayah Blok M bertemu dengan rekannya. Dan di situ sampai sekitar jam 02.30 gitu ya, lalu yang bersangkutan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah,” ujarnya.
Bambang menuturkan, dari pengakuan korban, tidak merasa ada curiga kepada siapapun. Bahkan ketika dipepet pelaku pun korban tidak merasa curiga. Namun secara tiba-tiba pelaku membacok tangam korban dan berteriak ‘mampus lu’.
“Sementara yang disampaikan tidak ada (curiga). Dari keterangan tidak ada (cekcok),” ungkapnya.
Advertisement
Tidak Ada Barang Hilang
Belum diketahui motif penyerangan terhadap korban. Benda berharga korban pun tidak ada yang hilang. “Tidak ada,” tegasnya.
Ketika ditanya apakah peristiwa itu ada kaitan dengan pekerjaan korban yang menjabat sebagai anggota Pusat Daskrimti Kejaksaan Agung RI, Bambang mengaku belum mengetahui detil.
“Untuk hal itu saya belum bisa menjawab gitu ya, namun jabatan yang bersangkutan atau tugas bersangkutan sehari-hari di Kejaksaan Agung RI adalah Kasi Perangkat Keras dan Jaringan,” katanya.
Korban mengaku tidak mengenali ciri pelaku dan motor yang digunakan saat itu. Karena kondisi cuaca baru selesai hujan dan jalanan gelap sehingga korban tidak jelas melihat situasi.
“Dari keterangan korban bahkan korban saja tidak bisa melihat benda apa yang menyentuh tangannya karena gelap begitu ya. Masih kami dalami dan masih kami analisis,” tukasnya.
Kasus ini dilaporkan ke Polsek Bojongsari namun kemudian ditarik ke Polres Metro Depok. Pihaknya juga dibantu oleh Polda Metro Jaya untuk menguak kasus pembacokan ini.
“Perkara ini disikapi dengan serius oleh Polres Metro Depok dan juga Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memberikan dukungan penuh atas penanganan perkara ini. Juga kami sampaikan bahwa laporan polisi yang sebelumnya dilaporkan pada Polsek Bojongsari sudah diambil alih oleh Polres,” pungkasnya.