Kontingen Jawa Timur dan Jawa Barat berhasil menunjukkan performa impresif di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus. Keduanya sementara ini memimpin perolehan medali di cabang olahraga bela diri yang berbeda. Ajang bergengsi ini berlangsung di Kudus hingga Minggu (26/10).
Jawa Timur mendominasi cabang ju-jitsu dan wushu dengan koleksi medali yang signifikan. Sementara itu, Jawa Barat menunjukkan kekuatan di cabang karate. Kompetisi ini mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.
Perolehan medali sementara ini menjadi indikator kuat bagi persaingan menuju gelar juara umum. Para kontingen berjuang keras untuk mempertahankan atau meningkatkan posisi mereka. Hasil akhir akan ditentukan pada penutupan ajang ini.
Advertisement
Advertisement
Jawa Timur berhasil mengukuhkan dominasinya dalam perolehan medali di cabang ju-jitsu pada PON Bela Diri Kudus. Kontingen ini sukses mengumpulkan total lima medali. Rinciannya adalah tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu.
Tidak hanya di ju-jitsu, Jatim juga menunjukkan keunggulan signifikan di cabang wushu. Mereka berhasil mengoleksi delapan medali secara keseluruhan. Enam medali di antaranya merupakan medali emas, ditambah dua medali perak.
Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, menyatakan ambisinya untuk terus menambah koleksi medali. "Prestasi yang bagus ini akan terus dipertahankan hingga akhir pelaksanaan PON Bela Diri Kudus 2025 ini, sehingga kami nantinya bisa meraih yang terbaik," ujarnya. Target perolehan medali telah diperhitungkan secara rasional.
Advertisement
Nabil menambahkan bahwa perhitungan kapasitas atlet dan peluang medali telah dilakukan. "Kami juga sudah menghitung kapasitas atlet yang diturunkan dan peluang medali yang diperoleh," katanya. Ini menunjukkan persiapan matang dari kontingen Jatim.
Advertisement
Di sisi lain, Jawa Barat tampil perkasa di cabang karate pada PON Bela Diri Kudus. Kontingen ini memimpin dengan perolehan lima medali. Medali tersebut terdiri dari satu emas, dua perak, dan dua perunggu.
Perolehan medali emas di cabang karate terbilang merata di antara kontingen. Sepuluh provinsi berhasil meraih setidaknya satu medali emas. Ini menunjukkan tingkat persaingan yang sangat ketat di cabang ini.
Hingga Sabtu (25/10) pagi, Jawa Barat masih kokoh di puncak klasemen umum. Mereka telah mengumpulkan total 75 medali. Rinciannya adalah 30 emas, 14 perak, dan 31 perunggu, menunjukkan konsistensi performa.
Advertisement
Posisi kedua ditempati DKI Jakarta dengan 72 medali, diikuti Jawa Timur dengan 42 medali, dan Jawa Tengah dengan 87 medali. Persaingan ketat ini akan terus berlanjut hingga penutupan acara. Hasil akhir akan menentukan juara umum PON Bela Diri Kudus.
Advertisement
Perolehan medali emas di cabang karate tersebar di 10 kontingen. Selain Jabar, Jatim, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Lampung, Banten, Bali, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Utara juga meraih emas. Beberapa kontingen juga menambah koleksi perak dan perunggu.
Khusus untuk cabang ju-jitsu, medali emas baru dirasakan oleh lima kontingen. Jawa Timur memimpin dengan tiga emas, disusul Jawa Barat dengan dua emas. Jawa Tengah, DKI Jakarta, serta Kalimantan Timur masing-masing meraih satu emas.
Sementara itu, Banten, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara berhasil mendapatkan medali perunggu di ju-jitsu. DIY juga tidak ketinggalan dengan mengoleksi medali perak dan perunggu. Ini menunjukkan distribusi medali yang cukup beragam.
Advertisement
Cabang wushu didominasi penuh oleh Jatim dengan enam emas dan dua perak. DKI Jakarta mengantongi enam medali (satu emas, tiga perak, dua perunggu). Bali meraih dua medali (satu emas, satu perunggu). Jateng meraih dua perak dan tiga perunggu, sedangkan Jabar meraih satu perak dan satu perunggu.
Sumber: AntaraNews