Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terungkap, Ini Besaran Kapasitas Mesin dari Moge yang Tabrak Santri

Terungkap, Ini Besaran Kapasitas Mesin dari Moge yang Tabrak Santri Pengemudi Moge Tabrak Santri. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi akhirnya menetapkan T, pengendara motor gede (moge) sebagai tersangka kasus tabrak lari dengan korban seorang santri di Ciamis, Jawa Barat. Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Wibowo mengatakan, bahwa dalam kecelakaan yang terjadi pada Sabtu (27/5) terdapat dua kendaraan yang terlibat tabrakan. Kedua motor itu adalah Yamaha Aerox dan Piaggio.

"Dapat disampaikan bahwa memang terjadi kecelakaan lalu lintas yang terjadi Sabtu lalu pada tanggal 27 Mei 2023 pukul 14.00 WIB, dengan TKP (tempat kejadian perkara) di jalan raya Ciamis, Cihaurbeuti, Ciamis, Jawa Barat. kecelakaan ini melibatkan dua kendaraan bermotor roda dua, yaitu kendaraan motor Yamaha Aerox dengan nomor polisi D5101 ZDN dengan satu buah kendaraan roda dua jenis Piaggio motgozical nomor polisi B 4363 SZI," kata Wibowo kepada wartawan, Senin (29/5).

Berdasarkan catatan Kepolisian, moge yang dikendarai tersangka memiliki kapasitas mesin sebesar cubicle centimeter (CC) 1.400.

"Ini dilihat dari cc mesin 1.400 cc kategori moge," jelasnya.

T, menurut Wibowo datang menyerahkan diri ke Polres Ciamis pada hari Minggu (28/5). Setelah dilakukan sejumlah rangkaian pemeriksaan, T pun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

"Status (T) tersangka. Ya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Terhadap yang bersangkutan tetap kita proses lanjut dengan kenakan pasal 310 dan 312 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman pidana 3 tahun penjara," ungkapnya.

Sebelumnya, seorang santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Abidin, Ciamis, Jawa Barat menjadi korban tabrak lari rombongan moge, Sabtu (27/5).

Saat ini santri tersebut sedang mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit TMC Tasikmalaya karena sempat muntah darah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi kejadian kecelakaan diketahui di depan Rumah Makan HD, Sukahaji, Jalan Nasional 3 Sukahaji, Cihaurbeuti, Ciamis. Rombongan motor gede tersebut tengah mengarah pulang ke Bandung.

"Kejadian tadi sekitar pukul 13.30, ada anak santri disuruh oleh guru untuk ke ATM. Kebetulan dua hari ini banyak rombongan Harley Davidson melintas, kalau kemarin ke arah timur (Pangandaran), sekarang mungkin pada pulang kembali (Bandung)," kata Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Abidin, KH Imam Ushuludin.

Seorang pengendara bermotor roda dua dengan CC besar, Minggu (28/5) mendatangi polres Ciamis. Kedatangannya itu adalah untuk memberikan keterangan dan kesaksian kaitan dengan kecelakaan lalulintas yang menyebabkan salah seorang santri mengalami luka pada Sabtu (27/5).

Kapolres Ciamis, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro mengatakan bahwa pengendara motor ber-CC besar itu saat ini masih berstatus sebagai saksi dalam kejadian tersebut. Ia belum mengungkap apakah kedatangannya kaitan dengan pelaku tabrak lari atau bukan.

"Betul tadi pagi ada salah satu pengendara kendaraan yang hadir untuk memberikan kesaksian, keterangan. Kami belum berkesimpulan apa-apa, semuanya masih sebagai saksi," kata Tony, Minggu (28/5).

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP