Terungkap, Bakteri Penyebab Keracunan MBG Bikin Pelajar di Lombok Tumbang

Dugaan ini muncul dari hasil pengecekan sampel sisa MBG dari Laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram.

Henni Rachma Sari
Oleh Henni Rachma Sari - Reporter
Terungkap, Bakteri Penyebab Keracunan MBG Bikin Pelajar di Lombok Tumbang
Terungkap, Bakteri Penyebab Keracunan MBG Bikin Pelajar di Lombok Tumbang (Merdeka.com)

Sejumlah pelajar di wilayah Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Mataram Ipda Imamul Ahyar di Mataram, Selasa, mengatakan dugaan ini muncul dari hasil pengecekan sampel sisa MBG dari Laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram.

"Jadi, hasil cek laboratorium BPOM sudah kami terima. Ditemukan bakteri E. Coli di beberapa makanan," katanya.

Meski demikian, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab keracunan siswa adalah bakteri e coli lantaran masih ada rangkaian untuk menguatkan alat bukti dalam proses hukum yang berjalan di tahap penyelidikan ini.

"Kami nanti mesti minta keterangan dari ahli gizi BBPOM Mataram, nanti kami bersurat, kemarin kami sudah koordinasi langsung, tapi tertulisnya belum, atau belum dituangkan dengan BAP (berita acara pemeriksaan)," ujar dia. Seperti dikutip Antara.

Selain ahli gizi, rangkaian penyelidikan ini juga mengagendakan permintaan keterangan dari pihak penyelenggara lanjut kepada penyedia makanan dari dapur umum.

"Mungkin ahli gizi itu nanti belakangan. Sekarang masih dari dinkes (dinas kesehatan) berjalan. Jadi, ini masih tahap penyelidikan, nanti kalau sudah selesai semua, kami akan gelar," ucapnya.

Kasus dugaan keracunan ini ditangani Polresta Mataram berdasarkan tindak lanjut laporan pada 17 September 2025. Pelajar yang mengalami gejala keracunan itu terjadi pada dua sekolah, yakni SDN 1 Nyiurlembang dan SDN 1 Selat.

Peristiwa keracunan yang dialami sejumlah siswa terjadi pada 3 September 2025. Total ada enam pelajar yang mengalami keracunan. Tiga dari SDN 1 Nyiurlembang dan lainnya dari SDN 1 Selat.

Korban dilaporkan mengalami gejala serupa, mual dan sakit perut. Saat kejadian, mereka dilarikan ke puskesmas setempat.

Rekomendasi