Tenaga pendidik Alquran di Bekasi minta peningkatan kesejahteraan ke pemerintah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi segera mengutus anak buahnya yang ada di Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) dan Bagian Kesejahteraan Sosial untuk merumuskan peningkatan kesajehteraan bagi tenaga pendidik Al-Quran.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tenaga pendidik Alquran di Bekasi minta peningkatan kesejahteraan ke pemerintah
Ilustrasi belajar mengaji. ©2017 Merdeka.com/arie sunaryo

Sebanyak 300 orang tenaga pendidik Al-Quran di Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta pemerintah setempat memperhatikan kesejahteraan merdeka. Sebab, insentif yang diberikan selama ini jauh dari cukup."Insentif kami setiap bulan Rp 200-300 ribu setiap bulan, bahkan banyak juga yang sukarela," kata Ketua Pembina Lembaga Pembinaan dan Pendidikan Al-Quran (LPPA) Kota Bekasi AF Basyunie di Plasa Pemkot Bekasi, Senin, (23/10).Menurut dia, di Kota Bekasi ada sekitar 100 lembaga PPA yang aktif. Lembaga itu menyediakan media belajar Al-Quran mulai dari belajar membaca, menulis, mengartikan, sampai menafsirkan arti bacaan Al-Quran."Yang belajar mulai dari anak-anak sampai orang dewasa," ujarnya.Dia mengatakan, jika pemerintah tidak menambah uang insentif, setidaknya pemerintah lebih memperhatikan biaya operasional lembaga Al-Quran. Sebab, sebagian besar hidupnya lembaga itu atas swadaya dari masyarakat yang masih peduli.Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi segera mengutus anak buahnya yang ada di Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) dan Bagian Kesejahteraan Sosial untuk merumuskan peningkatan kesejahteraan bagi tenaga pendidik Al-Quran."Sebenarnya ini ranah dari Kementerian Agama, tapi karena yang diajarkan warga Kota Bekasi, menjadi sebuah kewajiban juga bagi pemerintah daerah," ujar Rahmat.LPPA, kata dia, merupakan ujung tombak mewujudkan Kota Bekasi yang ikhsan sesuai dengan visi dan misi daerah tersebut. Karena itu, kata dia, pemerintah akan meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, serta sarana dan prasarananya.

Rekomendasi