Tekan Timbunan Sampah, Ajinomoto Kurangi Penggunaan Plastik 1.736 Ton Sepanjang 2025

P seperti Masako, penerapan gerakan 'No Inner Plastic' serta pengurangan header part berhasil menghemat penggunaan plastik sebesar 8,4 persen

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tekan Timbunan Sampah, Ajinomoto Kurangi Penggunaan Plastik 1.736 Ton Sepanjang 2025
Tekan Timbunan Sampah, Ajinomoto Kurangi Penggunaan Plastik 1.736 Ton Sepanjang 2025 (Merdeka.com)

Grup Ajinomoto Indonesia (Ajinomoto) mencatat telah mengurangi penggunaan plastik hingga 1.736 ton sepanjang tahun 2025. Ini menjadi sebuah kontribusi signifikan dalam mendukung upaya nasional menekan timbulan sampah plastik. Pengurahangan dilakukan dengan berbagai inovasi kemasan.

Ajinomoto menjadi perusahaan pertama yang menggunakan kemasan produk MSG yang mengandung bahan kertas dengan memperkenalkan AJI-NO-MOTO Paper Packaging, yaitu kemasan yang mengganti sebagian material plastik dengan kertas sehingga mampu menurunkan penggunaan plastik hingga 30 persen.

Untuk produk lainnya seperti Masako, penerapan gerakan 'No Inner Plastic' serta pengurangan header part berhasil menghemat penggunaan plastik sebesar 8,4 persen. Sementara itu, inovasi kemasan Sajiku berbahan mono-material memberikan efisiensi penggunaan plastik hingga 9,5 persen per kemasan.

"Ajinomoto mengintegrasikan berbagai inisiatif lingkungan melalui Ajinomoto Health Provider, yang sejalan dengan tujuan perusahaan untuk memperkuat kesejahteraan berkelanjutan bagi manusia, masyarakat, dan bumi melalui AminoScience," ucap Head of Corporate Communication PT Ajinomoto Indonesia, Grant Senjaya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/3/).

Kata dia, Ajinomoto terus memperluas dampak keberlanjutannya melalui kerja sama dengan startup, seperti Rekosistem dengan penyediaan fasilitas waste station, yang beroperasi di Surabaya dan Mojokerto, hal ini memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk menyetorkan sampah terpilah mereka.

Selain menyediakan infrastruktur pengelolaan sampah, Ajinomoto juga menjalin kerja sama dengan berbagai bank sampah, seperti Bank Sampah Gunung Emas (Jakarta Timur), Bank Sampah Induk Patriot Bekasi, Karawang, Mojokerto, dan Surabaya, serta TPS 3R di wilayah Karawang dan Mojokerto.

"Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat. Dari seluruh inisiatif tersebut, Ajinomoto berhasil menangani 352 ton sampah sepanjang tahun 2025. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya membantu lingkungan, tetapi pada beberapa komunitas juga membuka peluang ekonomi melalui skema pengumpulan sampah," katanya.

Pentingnya Edukasi

Ajinomoto menyadari bahwa edukasi menjadi bagian penting dari keberhasilan program keberlanjutan ini. Melalui program Berseri (Bersih dan Sehatkan Negeri) dengan menjalankan tujuan utama penarikan sampah plastik multilapis (MLP) dan Greenducation.

Guna meningkatkan kesadaran pemilahan sampah Ajinomoto hadir dengan Greenducation di Jakarta Timur, Bekasi dan Karawang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memisahkan sampah plastik dengan sampai lainnya agar tidak mencemari lingkungan yang nantinya dapat dilakukan recycle untuk menghasilkan produk yang lebih berdaya guna.

Selama satu tahun, program ini telah mengedukasi 2.400 peserta dari komunitas, sekolah, dan warung makan mengenai dampak pilah sampah, sekaligus menyediakan drop box untuk memudahkan mitra warteg, warung, dan pelaku usaha kecil lainnya dalam menyetorkan kemasan-kemasan Ajinomoto mereka.

Tidak hanya menyasar masyarakat, Ajinomoto juga meningkatkan literasi lingkungan untuk karyawan sebagai bagian dari peran mereka sebagai Ajinomoto Health Provider. Program Greenducation juga dilaksanakan di secara nasional.

Edukasi Pemilahan Sampah

Edukasi ini mencakup pemilahan sampah menjadi tiga kategori organik, anorganik, dan residu serta penyediaan fasilitas drop box untuk menanamkan kebiasaan memilah sampah di lingkungan kerja.

"Untuk mempersiapkan Indonesia yang lebih baik, kami terus memperluas dampak Ajinomoto Health Provider tidak hanya melalui edukasi mengenai gizi seimbang, tetapi juga melalui pembentukan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bijak dan bertanggung jawab. Kami berharap inisiatif ini dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan sehat. Ajinomoto juga berharap rangkaian program ini dapat memberikan dampak nyata, mendorong perilaku yang lebih bertanggung jawab, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk menghadirkan inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan," katanya.

Rekomendasi