Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi terhadap sejumlah Perwira Tinggi (Pati) Polri. Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri nomor ST/1421/VI/KEP./2025.
Ada empat perwira tinggi berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen) dimutasi Kapolri dalam rangka persiapan pensiun. Keempat Komjen yang dimutasi adalah Komjen Pol. Setyo Budiyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua KPK, kini menjadi Pati Itwasum Polri.
Selain itu, Komjen Pol. Eddy Hartono yang merupakan Kepala BNPT dimutasi menjadi Pati Densus 88 Antiteror Polri. Komjen Pol. Pudji Prasetijanto Hadi, yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, kini menjadi Pati Bareskrim Polri. Terakhir, Komjen Pol. Lotharia Latif, yang sebelumnya Irjen Kementerian Kelautan dan Perikanan, juga dimutasi menjadi Pati Bareskrim Polri.
“Iya (ada mutasi),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (25/6).
Advertisement
Polri Siapkan Sosok Wakapolri Baru
Namun dari empat Pati Polri dimutasi belum ada nama Wakil Kapolri Komjen Pol. Ahmad Dofiri. Jenderal polisi berpangkat bintang tiga itu memasuki masa pension pada Juni. Polri sebelumnya telah mempersiapkan nama-nama calon Wakapolri baru pengganti Ahmad Dofiri. Akan tetapi, dalam mutasi Pati Polri dilakukan Kapolri terbaru, tidak ada nama Ahmad Dofiri. Teka teki sosok pengganti peraih Adhi Makayasa atau lulusan terbaik di Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1989 tersebut.
Ahmad Dofiri diangkat menjadi Wakapolri pada 13 November 2024 berdasarkan mutasi yang tertuang dalam surat telegram dengan nomor ST/2517/XI/KEP./2024. Ahmad Dofiri sebelumnya menjabat Inspektur Pengawasan Umum Polri dan menggantikan Agus Andrianto sebagai Wakapolri yang saat ini menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan pada Kabinet Merah Putih.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho mengatakan, Polri sedang menyiapkan calon-calon terbaik yang sudah berpangkat bintang tiga atau yang memenuhi syarat untuk menggantikan Wakapolri. Sandi memastikan bahwa sosok yang terpilih akan disampaikan kepada masyarakat.
“Saat ini sedang dalam proses. Nama yang disusun, nanti Pak Kapolri akan menyampaikan,” kata Sandi dikutip dari Antara.
Advertisement
Kelakar Kapolri Calon Wakapolri
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo berkelakar soal sosok pengganti Wakil Kapolri Komjen Pol. Ahmad Dofiri. Dia mengaku ingin mencari sosok yang mirip dengan Ahmad Dofiri.
Sigit lantas mengatakan bahwa dirinya baru mau menanyakan calon nama Wakapolri kepada Ahmad Dofiri.
“Saya baru mau nanya beliau (Ahmad Dofiri),” kata Sigit langsung menoleh kepada Ahmad Dofiri yang berada di sampingnya di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (21/6).
Advertisement
Kriteria Wakapolri
Pemerhati kepolisian sekaligus mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti mengungkapkan beberapa kriteria yang harus dimiliki Wakapolri baru. Poengky mengatakan, kriteria utama adalah Wakapolri baru harus memiliki kedekatan yang baik dengan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
“Kedekatan dengan Kapolri sangat penting, termasuk mampu berkomunikasi baik dengan Kapolri, agar kerja-kerja keduanya seirama dan menjadikan Polri semakin baik,” kata Poengky ketika dihubungi, Jumat (13/6).
Kemudian, Poengky mengharapkan agar Wakapolri baru merupakan sosok yang dihormati dan disegani seluruh anggota Polri sehingga dapat memperkuat internal Polri dan mengukuhkan soliditas internal. Dari sisi keilmuan, Poengky menilai Wakapolri baru harus merupakan sosok yang cerdas.
“Wakapolri diharapkan memiliki wawasan yang luas dan visioner,” ujarnya.
Lalu, dari sisi integritas, dia menilai bahwa Wakapolri baru harus mempunyai latar belakang pelaksanaan tugas yang mumpuni, tegas, serta bersih agar tidak tersandera beban masa lalu.
“Menjadi Wakapolri berarti juga harus bijaksana. Jangan sampai ada matahari kembar dalam satu institusi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Poengky berharap agar Wakapolri yang baru dapat memperhatikan pentingnya peningkatan peran polisi wanita (polwan).
Lalu, memperhatikan pentingnya penguatan Polda baru, yaitu Polda Papua Tengah dan Polda Papua Barat Daya. Kemudian, memperhatikan peningkatan kesejahteraan anggota Polri.
Terakhir, memperhatikan pentingnya peningkatan profesionalitas anggota Polri dalam menangani kasus-kasus yang marak terjadi, antara lain kejahatan jalanan, judi daring, dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Sementara itu, peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) baru pengganti Komjen Ahmad Dofiri harus sosok senior di tubuh Polri, dan bisa melakukan konsolidasi dengan cepat. Sebab, kata dia, Wakapolri berperan sebagai pemegang koordinasi kebijakan-kebijakan internal mewakili Kapolri.
"Makanya dibutuhkan sosok senior, dan bijak sehingga bisa melakukan konsolidasi dengan cepat. Tak hanya itu saja, dengan posisinya sebgai koordinator internal, sosok inilah yang bisa memberi warna Polri," jelas Bambang saat dihubungi, Sabtu (14/6).
Menurut dia, Wakapolri juga harus memiliki karakter kuat untuk melengkapi pimpinannya dam mampu menerjemahkan visi misi Kapolri. Bambang menyebut implementasi kebijakan Kapolri juga akan bergantung pada sosok Wakapolri.
"Wakapolri tentu bukan sebagai matahari kembar bersama Kapolri, bukan juga sebagai pelaksana administratur Kapolri tetapi perannya adalah menerjemahkan visi misi Kapolri menjadi kebijakan-kebijakan harian. Jadi kalau ada kebijakan Kapolri yang tidak tepat itu terjadi karena Wakapolrinya juga lemah," ujar dia.
Bambang menekankan pentingnya sosok Wakapolri yang berkarakter kuat. Hal ini untuk membangun pondasi Polri di masa depan.
"Pemilihan sosok Wakapolri pengganti Dhofiri harusnya juga akan memilih sosok yang memiliki kharakter kuat untuk membangun pondasi Polri di masa depan, bukan sosok yang pencari jabatan, atau sekedar menambah daftar curriculum vitae sebelum pensiun saja," tutur Bambang.