Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan mengambil langkah cepat untuk menangani jebolnya tanggul Baswedan di kawasan Jati Padang, Pasar Minggu. Kejadian ini dipicu oleh curah hujan tinggi dan luapan Kali Mampang yang terjadi pada Kamis (30/10) sore. Penanganan ini bertujuan untuk menekan potensi banjir lebih lanjut di wilayah tersebut.
Sebagai respons, pihak SDA Jakarta Selatan segera memulai pembangunan turap baru sepanjang 40 meter. Turap ini akan menggunakan material batu kali yang diperkuat dengan kolom dan sloop beton. Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu sekitar satu setengah bulan.
Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan, Santo, menjelaskan bahwa pengerjaan turap dilakukan segera setelah hujan reda. Akses lokasi yang sempit menjadi tantangan utama, sehingga membutuhkan banyak sumber daya manusia untuk mengangkut material.
Advertisement
Advertisement
Pembangunan turap batu kali sepanjang 40 meter ini merupakan solusi permanen untuk mengatasi tanggul Baswedan yang jebol. "Nanti dibuat turap batu kali dan diberikan perkuatan dengan kolom dan sloop beton," kata Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan Santo. Langkah ini diharapkan dapat memberikan perlindungan jangka panjang bagi warga sekitar.
Pengerjaan turap dimulai tanpa menunda setelah cuaca membaik. Santo mengungkapkan, "Langsung kita kerjakan kira-kira selama 1,5 bulan karena akses material menggunakan tenaga orang untuk langsir ke lokasi." Keterbatasan akses menjadi faktor penentu durasi pengerjaan proyek vital ini.
Sebelum proyek turap permanen dimulai, sebanyak 35 petugas gabungan telah melakukan penambalan sementara. Mereka menggunakan karung berisi pasir untuk menutup sementara tembok tanggul Baswedan yang jebol. Tindakan darurat ini dilakukan untuk meminimalisir dampak genangan.
Advertisement
Advertisement
Jebolnya tanggul Baswedan di Jalan Jati Padang III menyebabkan genangan air setinggi sekitar 40 sentimeter. Selain itu, luapan Kali Mampang akibat curah hujan tinggi juga turut memperparah kondisi. Insiden ini berdampak pada 190 jiwa yang menjadi penyintas genangan di Kelurahan Jati Padang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa hingga Jumat petang, masih ada satu rukun tetangga (RT) di Jakarta Selatan yang terendam banjir. Meskipun ketinggian air telah surut menjadi 30 sentimeter, kondisi ini tetap memerlukan perhatian serius.
Ketua RW 06, Jati Padang, Pasar Minggu, Abdul Kohar, menyuarakan harapan warga kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Ia berharap agar penanganan tanggul Baswedan dapat dilakukan dengan cepat dan tuntas. "Abdul Kohar berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk bertindak cepat mengatasi jebolnya tanggul Baswedan agar tidak terulang kembali," ujarnya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews