Tanda Tangan Trump Akan Hiasi Uang Kertas 100 Dolar AS Edisi Khusus Kemerdekaan

Departemen Keuangan AS berencana menerbitkan uang kertas 100 dolar AS baru yang menampilkan Tanda Tangan Trump Uang Dolar, menandai momen bersejarah bagi mata uang Amerika Serikat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tanda Tangan Trump Akan Hiasi Uang Kertas 100 Dolar AS Edisi Khusus Kemerdekaan
Rupiah berpotensi menguat seiring harapan kesepakatan tarif AS-UE, namun sikap hawkish The Fed dapat membatasi penguatan. Simak analisis lengkapnya terkait pergerakan Rupiah Menguat. (Planet Merdeka)

Departemen Keuangan Amerika Serikat dilaporkan akan menerbitkan uang kertas 100 dolar AS baru yang menampilkan tanda tangan Presiden Donald Trump. Penerbitan edisi khusus ini dijadwalkan akan dimulai pada bulan Juni tahun ini, seperti yang diinformasikan oleh ANTARA pada 27 Maret. Langkah ini menandai sebuah perubahan signifikan dalam desain mata uang negara tersebut.

Menurut laporan dari Reuters yang mengutip Sputnik/RIA Novosti, tanda tangan Presiden Trump akan tertera pada uang kertas 100 dolar AS yang dicetak untuk memperingati 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Ini akan menjadi kali pertama seorang Presiden AS memiliki tanda tangannya langsung tertera pada uang dolar. Keputusan ini menarik perhatian publik dan para pengamat ekonomi.

Selain itu, uang kertas 100 dolar AS edisi baru ini juga akan menjadi yang pertama dalam 165 tahun terakhir yang tidak memuat tanda tangan Menteri Keuangan AS. Perubahan desain ini mencerminkan upaya untuk memperingati tonggak sejarah penting sekaligus memberikan penghormatan kepada Presiden yang sedang menjabat. Inisiatif ini diprediksi akan menjadi koleksi berharga.

Penerbitan uang kertas 100 dolar AS dengan tanda tangan Donald Trump merupakan sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah mata uang Amerika Serikat. Biasanya, uang kertas AS hanya memuat tanda tangan Menteri Keuangan dan Bendahara Amerika Serikat. Hal ini menjadikan edisi khusus ini sangat unik dan berpotensi menjadi barang koleksi.

Laporan tersebut mengklaim bahwa dengan penerbitan uang kertas baru ini, Trump akan menjadi Presiden AS pertama yang tanda tangannya muncul di uang dolar AS. Klaim ini menyoroti keistimewaan edisi peringatan 250 tahun kemerdekaan AS. Keputusan untuk menghilangkan tanda tangan Menteri Keuangan juga menambah keunikan dari uang kertas 100 dolar AS ini, memecahkan tradisi yang telah berlangsung selama lebih dari satu setengah abad.

Desain baru ini diharapkan dapat menyoroti perayaan kemerdekaan AS yang ke-250, memberikan nilai historis dan simbolis yang mendalam. Uang kertas ini tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar, tetapi juga sebagai artefak budaya yang merekam momen penting dalam sejarah Amerika. Publik menantikan rilis resmi uang kertas ini pada bulan Juni.

Selain uang kertas, Komisi Seni Rupa Federal AS (CFA) sebelumnya telah menyetujui desain untuk koin peringatan 250 tahun kemerdekaan AS. Koin ini akan terbuat dari emas 24 karat, menambah nilai intrinsik dan estetika pada koleksi peringatan. Persetujuan desain ini dilakukan secara bulat oleh komisi tersebut.

CFA, dalam keterangannya kepada RIA Novosti, menjelaskan detail desain koin emas tersebut. Sisi depan koin akan menampilkan gambar Presiden Trump yang sedang berada di Kantor Oval, dengan tangannya mengepal di atas meja. Gambar ini diharapkan dapat menangkap esensi kepemimpinan selama periode tersebut.

Sementara itu, sisi belakang koin akan dihiasi dengan gambar elang botak, yang merupakan burung nasional Amerika Serikat. Simbol elang botak melambangkan kekuatan, kebebasan, dan kedaulatan Amerika. Kombinasi desain ini pada koin peringatan semakin memperkaya perayaan 250 tahun kemerdekaan AS.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi