Tanam puluhan pohon ganja di rumah, Nandi diciduk polisi

Rabu, 11 Juli 2018 00:05 Reporter : Moh. Kadafi
Tanam puluhan pohon ganja di rumah, Nandi diciduk polisi Penanam ganja di Denpasar. ©2018 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Seorang pria bernama Nandi (57) ditangkap anggota Polresta Denpasar. Nandi dibekuk karena kedapatan mempunyai puluhan batang pohon ganja ditanam di rumah pribadinya.

Penangkapan pria berprofesi sebagai desainer tersebut berawal dari info masyarakat kalau Nandi sering mengonsumsi ganja. Kepolisian lantas melakukan penyelidikan dan menggeledah rumah pribadinya di Jalan Ting Tutu, Kuta Utara, Badung, Bali, Sabtu (7/7) petang.

Polisi menemukan 10 tanaman ganja dalam pot besar dan 12 tanaman ganja di pot kecil dan 9,57 gram daun serta batang dan biji ganja dalam satu toples di kediaman tersangka. Tersangka mengaku mendapatkan bibit ganja tersebut dari seseorang di Kuta, Badung, Bali.

"Saudara Nandi ini telah mengonsumsi ganja dan melakukan penanaman ganja tersebut dari bibit ini sudah setahun yang lalu," kata Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo, di Mapolresta Denpasar, Selasa (10/7).

Batang pohon ganja tersebut tingginya lebih dari dua meter. Karena ditanam setahun yang lalu di rumah pribadinya dan tidak diperjual belikan hanya dipakai sendiri oleh tersangka.

"Ada 10 batang ganja yang tinggi dua meter lebih. Kemudian, ada 12 pohon (ganja) yang tingginya hampir 3 centimeter. Saudara Nandi ini, memakai ganja untuk sehari-hari dan tidak diperdagangakan. Kalau dibutuhkan dia memakai ganja tersebut," ujar dia.

Dari pengakuan tersangka, untuk cara menggunakannya, yaitu daun ganja diiris-iris kecil. Selanjutnya, daun ganja tersebut dikeringkan lalu dicampur dengan tembakau dan dihisab. Untuk cara penanaman ganja agar subur, tersangka memberikan pupuk organik.

"Dari hasil Kemudian dari hasil Labfor, adalah positif narkotika. Pekerjaannya dia seorang desainer," kata dia.

Sementara, tersangka Nandi saat ditanyai oleh awak media kenapa menanam ganja tersebut. Dari pengakuannya karena memiliki penyakit sesak napas.

"Saya dapat bijinya tahun lalu, saya punya penyakit sesak napas, kata dokter penyakit saya tidak ada obatnya. Saat konsumsi (ganja) ternyata membatu penyakit saya," katanya.

Tersangka dijerat dengan pasal 111 Ayat 2 Undang-undang nomor 35 tentang narkotika. Dengan ancaman hukumam minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Ganja
  2. Denpasar
  3. Kasus Narkoba
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini