Taman Safari Indonesia Hadiahkan Mobil Listrik untuk Juara Utama IAPVC 2025, Dukung Konservasi Lingkungan

Taman Safari Indonesia menutup IAPVC 2025 dengan hadiah mobil listrik bagi juara utama, Adhitya Wibhawa, sebagai apresiasi dan gerakan kolaboratif menumbuhkan kesadaran konservasi lingkungan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Taman Safari Indonesia Hadiahkan Mobil Listrik untuk Juara Utama IAPVC 2025, Dukung Konservasi Lingkungan
Taman Safari Indonesia (TSI) memberikan mobil listrik kepada juara utama International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2025, menandai komitmen terhadap konservasi dan kreativitas. (AntaraNews)

Taman Safari Indonesia (TSI) baru-baru ini mengakhiri rangkaian International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) ke-34 dengan sebuah kejutan istimewa. Kompetisi bergengsi ini memberikan penghargaan tertinggi berupa satu unit mobil listrik kepada juara utamanya. Penutupan acara megah ini berlangsung pada Jumat (8/11) di MGP Space, SCBD Jakarta.

Adhitya Wibhawa berhasil meraih Grand Prize IAPVC 2025 berkat karya potret elangnya yang memukau dan penuh makna. Penghargaan ini bukan hanya sekadar apresiasi terhadap seni fotografi, tetapi juga simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Inisiatif ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya konservasi satwa liar di Indonesia.

Presiden Direktur TSI, Aswin Sumampau, menegaskan bahwa IAPVC adalah gerakan kolaboratif untuk keberlanjutan lingkungan. Hadiah mobil listrik ini menjadi bentuk nyata penghargaan atas kreativitas dan kepedulian peserta. Ini juga mendorong lebih banyak individu untuk terlibat aktif dalam upaya pelestarian alam.

IAPVC 2025: Rekor Baru dan Semangat Konservasi

Ajang International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) ke-34 tahun 2025 berhasil mencatat rekor partisipasi yang mengesankan. Pada penutupan acara, terungkap bahwa kompetisi ini menerima 26.291 karya dari total 9.115 peserta. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 10 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menandakan antusiasme publik yang terus bertumbuh.

Peningkatan jumlah peserta dan karya dalam IAPVC 2025 ini secara jelas mencerminkan tumbuhnya kepedulian masyarakat. Kesadaran akan pentingnya konservasi satwa dan alam semakin meluas di berbagai kalangan. Kompetisi ini menjadi platform efektif untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memupuk semangat pelestarian lingkungan hidup.

Presiden Direktur TSI, Aswin Sumampau, menjelaskan bahwa setiap karya yang masuk adalah cerminan perjuangan dan harapan. Menurutnya, konservasi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan gerakan bersama. Gerakan ini lahir dari kreativitas serta kepedulian individu yang ingin melihat alam lestari.

Melalui tema “The Picture of Nature’s Secret”, IAPVC 2025 sukses mengapresiasi fotografer dan videografer. Mereka berhasil mengabadikan keindahan serta pesan pelestarian satwa liar melalui karya visual inspiratif. Ajang ini menjadi wadah bagi para seniman untuk berkontribusi pada upaya konservasi.

Apresiasi Pemenang dan Integritas Karya IAPVC

Puncak malam penghargaan IAPVC 2025 menobatkan Adhitya Wibhawa sebagai peraih Grand Prize utama. Karyanya yang memukau, potret elang dengan pencahayaan dramatis dan komposisi kuat, berhasil menarik perhatian juri. Foto tersebut tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menggambarkan ketenangan, kekuatan, dan kesunyian alam liar secara mendalam.

Sebagai bentuk apresiasi tertinggi, Taman Safari Indonesia menghadiahkan satu unit mobil listrik Wuling Air EV Lite kepada Adhitya Wibhawa. Pemberian mobil listrik ini bukan hanya sekadar hadiah, melainkan simbol penghargaan atas kreativitas luar biasa. Ini juga merupakan bentuk pengakuan atas kepedulian yang ditunjukkan terhadap konservasi satwa.

Selain hadiah utama, IAPVC 2025 juga memberikan penghargaan di enam kategori berbeda, termasuk kategori media sosial. Kompetisi khusus juga diadakan di lokasi roadshow seperti Bogor, Solo, dan Prigen. Para pemenang di berbagai kategori ini turut memperoleh uang tunai bernilai ratusan juta rupiah, menambah semarak kompetisi.

Alexander Zulkarnain dari TSI Group menegaskan pentingnya keaslian karya dalam IAPVC. Kompetisi ini terbuka untuk umum, baik pemula maupun profesional, dengan syarat wajib melampirkan file mentah (raw file). Hal ini dilakukan untuk menjaga orisinalitas dan integritas visual dari setiap karya yang dikirimkan oleh peserta.

Lebih lanjut, Alexander Zulkarnain menjelaskan bahwa penggunaan teknologi AI dalam pembuatan karya dilarang keras. Larangan ini bertujuan untuk menjaga integritas visual dan pesan konservasi yang jujur. TSI berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap karya adalah hasil murni dari bakat dan usaha manusia, bukan manipulasi digital.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi