Tak Terima Dicerai, Ardiansyah Pukuli Istri Hingga Bibirnya Pecah

Ardiansyah, diringkus Senin (12/11) sore kemarin. Penganiayaan itu terjadi sehari sebelum pelaku ditangkap atau pada Minggu (11/11) pagi. Saat itu, Muliati sedang berjualan udang di bawah jembatan Mahkota II, Sungai Kapih.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Tak Terima Dicerai, Ardiansyah Pukuli Istri Hingga Bibirnya Pecah
Ardiansyah pukuli istri. ©2018 Merdeka.com/Saud Rosadi

Ardiansyah (24), warga Selili, Samarinda, Kalimantan Timur, ditangkap kepolisian. Dia diduga begitu ringan tangan memukuli Muliati, hingga bibir istrinya itu pecah gara-garanya tak terima dicerai.

Ardiansyah, diringkus Senin (12/11) sore kemarin. Penganiayaan itu terjadi sehari sebelum pelaku ditangkap atau pada Minggu (11/11) pagi. Saat itu, Muliati sedang berjualan udang di bawah jembatan Mahkota II, Sungai Kapih.

"Kedua suami istri ini sedang dalam proses perceraian," kata Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota, Ipda Purwanto, kepada merdeka.com, Selasa (13/11).

Ardiansyah, masih tidak terima dicerai istrinya. Pagi itu, dia pun mendatangi istrinya.

"Begitu datang, dia (Ardiansyah) langsung menendang lapak jualan udang istrinya. Korban (Muliati) marah, pelaku ini ikutan marah," ujar Purwanto.

Ardiansyah, benar-benar tidak memperdulikan situasi dan suasana di sekitar korban berdagang. Muliati beranjak dan berdiri lalu berhadap-hadapan dengan suaminya itu. Pelaku yang memang tempramental langsung menganiaya hingga bibir istrinya pecah.

"Selain memukuli istrinya, pelaku juga mencakar tangan kiri dan kanan istrinya. Yang pasti, korban tidak terima, dan lapor ke kantor (Polsek Samarinda Kota)," ujar Purwanto.

Polisi meminta visum korban dari rumah sakit, untuk memperkuat laporan korban. Pelaku pun, berhasil ditangkap. Tidak ada perlawanan saat dibekuk petugas.

"Kita tetapkan tersangka. Penyidik menerapkan Undang-undang Penghapusan KDRT terhadap pelaku," kata Purwanto.

Rekomendasi