Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak Ingin Ada Kasus Penolakan Jenazah, Polri Terus Edukasi Masyarakat Soal Corona

Tak Ingin Ada Kasus Penolakan Jenazah, Polri Terus Edukasi Masyarakat Soal Corona Ilustrasi Polisi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepolisian terus berupaya mengedukasi masyarakat menyikapi wabah Corona atau Covid-19. Harapannya, tidak ada masyarakat yang berlaku diskriminatif terhadap seseorang yang terpapar virus tersebut termasuk ketika pasien meninggal dunia.

"Terkait dengan adanya penolakan pemakaman jenazah yang merupakan penderita virus corona. Polisi bersama TNI tugas di lapangan Babinsa, Babinkamtibmas, para lurah, telah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang hal-hal yang terkait dengan virus corona yang meninggal dunia demikian juga kita menggandeng instansi lain seperti kesehatan," kata Kabagpenum Div Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (2/4).

"Beberapa hal di lakukan kita memberikan informasi-informasi yang betul akurat terhadap posisi terhadap keberadaan dari keberadaan jenazah yang merupakan komponen korban virus corona," sambungnya.

Kepolisian, katanya, tak ingin kejadian penolakan terhadap pasien corona kembali terjadi. Terlebih, masyarakat Indonesia memiliki sikap atau sifat toleransi.

"Diharapkan ke depan tidak terjadi lagi. Dan tentunya sebagai bangsa Indonesia yang memiliki sikap toleransi dan juga gotong royong, tentunya mengedepankan empati dan simpati terhadap korban yang meninggal akibat corona ini. Sehingga tidak ada penolakan dari pemakaman jenazah corona," tutupnya.

Seperti diketahui, beberapa warga Banyumas demo menolak pemakaman di wilayahnya yang dijadikan tempat makam jenazah pasien Corona. Kejadian ini sontak mendapat respon dari berbagai pihak.

Dalam sebuah tayangan video, Bupati Banyumas Achmad Husein sampai harus menenangkan warganya yang menolak pemakaman jenazah pasien Covid-19 itu. Dilansir dari Liputan6.com pada Kamis (2/4), Achmad Husein menjelaskan bahwa jenazah itu sudah tidak dapat menularkan virus Corona. Bahkan dia sendiri mengaku ikut menggali kubur pada pemakaman itu.

"(Penularan) itu salah pengertian. Bahkan saya sendiri berada di dekat peti. Saya berani. Virus itu adanya di orang hidup. Bukan orang mati. Lihat fotonya, saya ikut menggali," ujar Achmad Husein dilansir dari Liputan6.com pada Kamis (2/4).

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP